Jaringan Irigasi Dipercepat, Target Layani 39.540 Hektare Lahan Pertanian
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengoptimalkan pemanfaatan lima bendungan yang baru diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat program swasembada pangan nasional. Fokus utama yang kini dilakukan adalah percepatan pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan langsung oleh sektor pertanian.
Kelima bendungan tersebut diresmikan Presiden Prabowo di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7). Infrastruktur yang diresmikan meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di NTB.
Pemerintah menilai bendungan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga menjadi investasi strategis jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Prabowo: Bendungan Jadi Investasi Masa Depan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan bendungan merupakan investasi negara yang memiliki manfaat besar bagi masa depan Indonesia.
Menurutnya, keberadaan bendungan akan menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional melalui penyediaan pasokan air yang berkelanjutan bagi sektor pertanian.
“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur, teknologi pertanian, dan pengelolaan sumber daya air dalam mewujudkan target swasembada pangan.
Kementerian PU Percepat Pembangunan Jaringan Irigasi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa selesainya konstruksi bendungan bukanlah akhir dari pekerjaan pemerintah.
Menurutnya, manfaat bendungan baru akan optimal apabila didukung jaringan irigasi yang mampu mengalirkan air hingga ke lahan pertanian.
Karena itu, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus mempercepat pembangunan sistem irigasi yang terintegrasi dengan bendungan.
“Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer,” kata Dody.
Sudah Layani Lebih dari 15 Ribu Hektare Sawah
Kementerian PU mencatat jaringan irigasi yang telah beroperasi saat ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 15.241 hektare.
Lahan tersebut tersebar di wilayah yang menjadi daerah layanan lima bendungan yang baru diresmikan.
Meski demikian, angka tersebut masih akan terus ditingkatkan melalui pembangunan jaringan irigasi lanjutan yang saat ini sedang dipersiapkan secara bertahap.
Pemerintah menargetkan tambahan layanan irigasi untuk sekitar 24.299 hektare lahan pertanian baru.
Dengan demikian, total potensi layanan irigasi dari lima bendungan tersebut dapat mencapai 39.540 hektare.
Bendungan Sidan Perkuat Ketahanan Air Bali
Salah satu bendungan yang menjadi bagian dari proyek strategis tersebut adalah Bendungan Sidan di Bali.
Selain mendukung kebutuhan irigasi pertanian, Bendungan Sidan juga memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan air di Pulau Dewata yang terus menghadapi peningkatan kebutuhan air akibat pertumbuhan penduduk dan sektor pariwisata.
Keberadaan bendungan ini diharapkan mampu mendukung sektor pertanian Bali sekaligus menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat.
Dengan dukungan jaringan irigasi yang memadai, manfaat Bendungan Sidan dapat semakin optimal dalam menopang pembangunan daerah.
Dukung Swasembada Pangan dan Air Bersih
Menteri Dody menegaskan pemerintah akan menjaga kesinambungan program pembangunan sumber daya air di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, percepatan pembangunan jaringan irigasi menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air dari bendungan tersalurkan secara efektif hingga ke area persawahan.
Selain mendukung peningkatan produksi pangan, bendungan juga berfungsi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai daerah.
Karena itu, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang telah dibangun agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang maksimal.
Infrastruktur Air Jadi Kunci Ketahanan Nasional
Pembangunan lima bendungan sepanjang periode 2015–2025 menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan nasional.
Dengan nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun, infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Memperluas layanan irigasi, serta mendorong tercapainya target swasembada pangan.
Melalui percepatan pembangunan jaringan irigasi dan pengelolaan bendungan yang optimal. Pemerintah menargetkan pasokan air dapat menjangkau puluhan ribu hektare lahan pertanian produktif di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Wamenhut Tinjau Mangrove Bali, Dorong Perhutanan Sosial dan Peluang Ekonomi Karbon untuk Masyarakat


















