BADUNG, InsertBali – Operasi kemanusiaan skala besar terus diupayakan di pesisir Bali selatan. Proses pencarian terhadap dua pemuda yang dilaporkan hilang misterius di Pantai Green Bowl kini resmi memasuki hari keempat pada Kamis (2/7/2026).
Identitas kedua korban yang tengah dicari tersebut diketahui bernama Roni Firmansyah yang berusia 24 tahun serta Dimas Hilman Hafizudin yang berusia 21 tahun. Berdasarkan data kependudukan, kedua korban merupakan warga yang berasal dari Jember, Jawa Timur.
Rentetan peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu (28/6/2026) lalu. Saat itu, kedua korban bersama tiga orang rekan lainnya memutuskan untuk mandi di Pantai Green Bowl.
Sesaat sebelum musibah terjadi, dua orang tampak asyik berenang di air. Sementara itu, tiga orang rekan lainnya berjalan menyusuri area bibir pantai untuk mencari kepiting. Malang tidak dapat ditolak, kedua korban tiba-tiba terlihat terseret arus laut yang sangat kuat hingga terbawa ke tengah samudera.
Langkah taktis pencarian hari ini digulirkan secara masif oleh tim SAR gabungan. Petugas di lapangan membagi kekuatan dengan mengerahkan unsur SRU laut, SRU udara, hingga SRU darat secara serentak.
“Unsur laut yang kita kerahkan hari ini adalah 2 unit rubber boat yang sudah dilaksanakan dari pagi sampai dengan siang hari ini dan SRU darat kita melaksanakan penyisiran di pinggir pantai, alut udara hari ini kita kerahkan ada dua, drone thermal dan 1 unit helikopter FINNS SGi Air Bali,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Dalam kesempatan wawancara di lokasi, pucuk pimpinan Basarnas Denpasar tersebut memberikan penekanan penting. Ia menegaskan kembali bahwa pergerakan unit helikopter di udara murni ditujukan demi misi kemanusiaan.
“Kita tidak melihat dari sisi kewarganegaraannya, warga asing atau warga lokal kita tetap melaksanakan misi kemানুsiaan ini, kita upayakan alut udara bergerak,” ungkapnya.
Penyisiran Udara Menggunakan Helikopter dan Fokus Pencarian Bawah Tebing
Unit helikopter FINNS SGi Air Bali dilaporkan mulai lepas landas mengudara dari Benoa Heliport tepat pada pukul 12.05 WITA. Petugas memperkirakan luas area pencarian di atas udara tersebut mencakup bentangan kurang lebih 85,5 mil.
Upaya penyisiran dari udara ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam lamanya. Kendati demikian, tim udara belum berhasil menemukan tanda-tanda atau petunjuk keberadaan kedua korban.
Di sisi lain, pergerakan SRU laut sudah mulai membelah ombak sejak pagi hari pukul 07.50 WITA. Operasi perahu karet (rubber boat) tersebut terus berlangsung secara konsisten hingga siang hari.
Luas area pencarian di sektor perairan ini berkisar hingga 6,8 mil laut persegi (NM2). Sementara itu, pergerakan personel SRU darat lebih difokuskan untuk menyisir area di pinggir pantai yang berada tepat di bawah tebing-tebing curam.
Selama berlangsungnya operasi pencarian yang melelahkan ini, koordinasi antar-lembaga terjalin dengan sangat solid. Operasi tersebut turut melibatkan unsur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Satpolair Polresta Denpasar, Balawista Pantai Pandawa, pihak keluarga korban, serta dibantu oleh masyarakat setempat.



















