Gubernur Koster Kawal Distribusi BBM hingga Dini Hari, Tinjau SPBU dan Dengarkan Keluhan Warga

Minta Pertamina Tambah Armada Distribusi dan Optimalkan Pelayanan 24 Jam untuk Percepat Penguraian Antrean

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengawal percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga Jumat (16/10/2026) dini hari. Bersama jajaran Pertamina, Koster meninjau sejumlah SPBU di Denpasar untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah Koster mengevaluasi distribusi BBM di Depo Pertamina Pesanggaran. Ia meminta Pertamina menambah armada distribusi dan mengoptimalkan pelayanan selama 24 jam.

Langkah tersebut difokuskan pada wilayah Denpasar dan Badung yang masih mengalami antrean kendaraan. Koster juga mendengarkan langsung keluhan masyarakat mengenai pelayanan SPBU, ketersediaan solar, dan dugaan penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan rencana penambahan sedikitnya 20 kendaraan distribusi mulai Jumat (16/10/2026). Penambahan tersebut direncanakan di luar 115 kendaraan yang telah beroperasi.

Koster Minta Armada Distribusi BBM Segera Ditambah

Koster memulai evaluasi setelah menghadiri kegiatan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, Kamis (15/10/2026) malam.

Sekitar pukul 22.00 WITA, ia menuju Depo BBM Pesanggaran untuk bertemu jajaran Pertamina. Dalam perjalanan, Koster sempat terjebak kemacetan akibat antrean kendaraan di kawasan Jalan Sesetan.

Karena arus lalu lintas tidak bergerak, Koster turun dari kendaraan dinas. Ia kemudian menumpang kendaraan warga agar segera tiba di depo.

Di lokasi tersebut, Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, beserta jajaran Pertamina Patra Niaga. Pertemuan membahas kendala operasional dan langkah percepatan distribusi BBM.

Koster menegaskan bahwa kelancaran distribusi dan pelayanan menjadi prioritas utama. Menurutnya, ketersediaan stok harus diimbangi kemampuan penyaluran yang cepat menuju SPBU.

“Jika stok masih aman, berarti problem saat ini adalah pelayanan pengisian,” tegas Koster.

Ia meminta Pertamina mengoptimalkan penyaluran menggunakan jeriken sebagai salah satu alternatif. Pelayanan tersebut, menurutnya, perlu diperpanjang hingga 24 jam untuk mempercepat penguraian antrean.

“Kalau bisa mulai malam ini, jangan besok. Semakin cepat semakin baik,” pintanya.

Pertamina Siapkan Tambahan 20 Kendaraan Distribusi

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan rencana penambahan sedikitnya 20 kendaraan distribusi. Penambahan armada dijadwalkan mulai Jumat (16/10/2026).

Langkah tersebut direncanakan melengkapi 115 kendaraan yang telah beroperasi. Prioritas distribusi diarahkan ke Denpasar dan Badung yang mengalami antrean panjang.

Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan 3.000 jeriken untuk mendukung percepatan penyaluran BBM. Koster meminta mekanisme tersebut dioptimalkan dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan.

Pertemuan juga membahas opsi pembatasan volume pembelian BBM untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Opsi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk membantu pemerataan pelayanan.

Koster Tinjau SPBU Pemogan hingga Hayam Wuruk

Usai pertemuan di depo, Koster bersama jajaran Pertamina meninjau sejumlah SPBU. Pemantauan dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyerap masukan dari pengelola dan masyarakat.

Lokasi pertama yang dikunjungi berada di jalur Bypass Ngurah Rai, Pemogan. Koster menyapa warga yang mengantre dan berdialog dengan petugas SPBU.

Ia juga berkoordinasi dengan aparat TNI yang membantu pengaturan pelayanan di lapangan.

Pemilik SPBU, Wayan Ekayana, mengusulkan penggunaan kartu atau kupon BBM. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat membantu mengatur alokasi pembelian dan mempercepat pelayanan.

Sekitar pukul 00.30 WITA, rombongan melanjutkan peninjauan ke SPBU lain di kawasan Pemogan.

Pengawas SPBU, Wayan Adi Guna, menjelaskan bahwa SPBU tersebut telah beroperasi selama 24 jam. Pelayanan dibagi menjadi tiga sif untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Ia juga menyampaikan adanya peningkatan pasokan BBM. Pengiriman Pertalite dan Pertamax yang biasanya masing-masing delapan kiloliter meningkat menjadi total sekitar 30 kiloliter untuk kedua jenis BBM tersebut.

Warga Keluhkan Penjualan Eceran dan Informasi Jam Operasional

Peninjauan berlanjut ke SPBU kawasan Hayam Wuruk. Di lokasi tersebut, Koster menerima keluhan mengenai dugaan penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar.

Seorang warga meminta aparat menindak tegas oknum yang memanfaatkan situasi antrean untuk mencari keuntungan.

“Tindak saja dengan tegas oknum-oknum seperti itu, Pak Gubernur. Mohon bantuannya kepada aparat yang terkait,” ujar warga tersebut.

Masyarakat juga meminta informasi jam operasional SPBU disampaikan secara jelas. Sejumlah warga mengaku telah mengantre lama, tetapi tidak memperoleh BBM karena SPBU berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kepastian pelayanan. Informasi operasional yang jelas diharapkan membantu masyarakat mengatur waktu pengisian BBM.

Koster Minta Masyarakat Tidak Membeli BBM Berlebihan

Sekitar pukul 01.30 WITA, Koster melanjutkan peninjauan ke SPBU Renon. Ia menerima keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh BBM jenis solar.

Koster berdialog dengan masyarakat yang masih mengantre dan mendengarkan harapan mereka. Warga berharap distribusi BBM segera kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia mengingatkan bahwa pembelian berlebihan dapat memperpanjang antrean.

“Kalau panik membeli, seberapa pun disuplai akan terus terasa kekurangan,” tegasnya.

Koster menilai pembelian berulang akibat kekhawatiran kehabisan BBM dapat berdampak pada konsumen lain. Karena itu, ia meminta masyarakat kembali mengikuti pola pembelian normal sesuai kebutuhan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi Pertamina, stok BBM masih aman. Namun, percepatan distribusi dan peningkatan pelayanan tetap diperlukan agar pasokan menjangkau SPBU secara merata.

Evaluasi Distribusi Berlanjut hingga Pukul 02.00 WITA

Sekitar pukul 02.00 WITA, Koster bersama rombongan kembali menuju Depo BBM Pesanggaran. Mereka melanjutkan evaluasi berdasarkan hasil pemantauan sejumlah SPBU.

Temuan lapangan mencakup kebutuhan tambahan armada, pengaturan pelayanan, informasi jam operasional, dan keluhan masyarakat. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan pembahasan untuk menentukan tindak lanjut.

Koster mendorong Pertamina mempercepat distribusi dan mengoptimalkan pelayanan selama 24 jam. Ia berharap langkah tersebut segera mengurai antrean serta memulihkan aktivitas masyarakat yang terdampak.

Pemerintah Provinsi Bali juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Kerja sama pemerintah, Pertamina, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan memperlancar pemulihan distribusi BBM di Bali.

 

Koster Proyeksikan Kunjungan Wisman Bali Tembus 7,2 Juta pada 2026

Shares: