Denapsar, Insert Bali – Pemerintah Provinsi Bali bersama Kepolisian Republik Indonesia memperkuat koordinasi menjelang dua momen besar yang berlangsung berdekatan pada tahun 2026, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Koordinasi ini dilakukan melalui pertemuan antara Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho. Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 serta strategi pengamanan berbagai aktivitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
Nyepi dan Idul Fitri 2026 Dipastikan Tidak Bersamaan
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun 2026 tidak akan berlangsung pada waktu yang bersamaan, meskipun jadwalnya berdekatan.
Ia menjelaskan bahwa Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, dilanjutkan dengan Ngembak Geni pada pagi 20 Maret. Sementara itu, malam takbiran diperkirakan berlangsung pada malam 20 Maret dan Idul Fitri kemungkinan dirayakan pada 21 Maret 2026.
Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan kedua hari besar itu akan beririsan.
Operasi Ketupat Fokus Pengamanan Arus Mudik dan Aktivitas Wisata
Dalam pertemuan tersebut, Kakorlantas Polri menjelaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan hari raya.
Pengamanan akan difokuskan pada beberapa titik strategis, antara lain:
Jalur tol dan jalan arteri utama
Kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan
Tempat ibadah berbagai agama
Pelabuhan penyeberangan
Salah satu titik penting yang menjadi perhatian adalah pengaturan arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang. Pengaturan jadwal operasional pelabuhan akan disesuaikan dengan pelaksanaan Nyepi di Bali.
Pemerintah dan Tokoh Agama Terbitkan Surat Edaran Bersama
Untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban selama perayaan hari besar, Pemerintah Provinsi Bali telah berkoordinasi dengan berbagai majelis umat beragama. Salah satunya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tokoh lintas agama lainnya di Bali.
Melalui koordinasi tersebut, disepakati penerbitan surat edaran bersama yang mengatur pelaksanaan kegiatan keagamaan agar berjalan tertib. Serta menghindari potensi kesalahpahaman di masyarakat.
Bali Dukung Penyelenggaraan Event Kemala Run
Selain membahas pengamanan hari raya, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana penyelenggaraan Kemala Run yang akan digelar di Bali. Ajang lari ini diperkirakan akan diikuti sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah. Pemerintah Provinsi Bali menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Gubernur Bali bahkan berencana memperbaiki akses jalan menuju lokasi acara dengan berkoordinasi bersama Balai Jalan agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.
Sinergi Polri dan Pemprov Bali untuk Situasi Kondusif
Kakorlantas Polri menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan situasi aman selama perayaan hari raya dan kegiatan masyarakat.Selain pengamanan lalu lintas, Polri juga akan menggelar kegiatan sosial melalui program Polantas Menyapa dan Melayani yang melibatkan komunitas ojek online, GP Ansor, serta pecalang di Bali.
Dengan koordinasi yang baik serta persiapan matang, Bali optimistis dapat menyambut Nyepi, Idul Fitri, dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya secara aman, tertib, dan kondusif.
Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Dorong Teba Modern di Setiap Rumah



















