GIANYAR, InsertBali – Musibah kebakaran menimpa Pura Panti Pasek Gelgel pada Senin (2/2/2026) pagi. Pura ini berlokasi di Jalan Mahendradatta, Desa Bitra, Gianyar. Akibat insiden tersebut, sebanyak enam bangunan pelinggih hangus terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.17 Wita. Saat itu, kepulan asap pekat terlihat membubung tinggi dari area pura. Saksi mata, A.A. Gede Agung (50), segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gianyar untuk meminta bantuan.
Petugas Damkar dari Pos Induk Gianyar langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer, armada pemadam tiba di TKP pada pukul 10.23 Wita. Petugas segera melakukan upaya pelokalisiran api agar tidak merembet ke pemukiman warga di sekitarnya.
Upaya Pemadaman Kebakaran Pura Panti Pasek Gelgel
Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar, I Putu Yudanegara, menjelaskan teknis penanganan di lapangan. Kepala Regu 4 Pos Induk Gianyar mengerahkan sebanyak empat unit mobil pemadam. Armada tersebut meliputi unit Gianyar Aman, BW 09, serta bantuan unit dari Ubud dan Sukawati (BW 12).
“Petugas di lapangan bekerja cepat melakukan pemadaman yang dilanjutkan dengan proses pendinginan. Fokus kami adalah memastikan tidak ada sisa bara api di material kayu maupun atap ijuk pelinggih yang terbakar,” terangnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga situasi dinyatakan kondusif. Objek yang ludes terbakar mencakup enam pelinggih utama Pura Pasek Gelgel. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena tidak ada aktivitas persembahyangan saat kejadian.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak terkait belum bisa memberikan keterangan mendalam. Material atap pelinggih yang terbuat dari ijuk membuat api merambat dengan sangat cepat. Petugas kepolisian kini tengah melakukan olah TKP untuk mencari titik terang asal api.
“Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian,” ujar Putu Yudanegara menutup keterangannya.
Hingga saat ini, area pura masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan investigasi lebih lanjut. Warga dan pengempon pura diharapkan tetap tenang sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwajib.


















