DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk melanjutkan pembangunan secara fundamental dan menyeluruh. Pembangunan diarahkan untuk mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8), di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar.
Sidang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya. Hadir pula Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekda Bali Dewa Made Indra, jajaran Forkopimda, para Ketua DPRD kabupaten/kota se-Bali, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Lanjutkan Pengabdian untuk Bali
Dalam pidatonya, Gubernur Koster mengajak masyarakat Bali untuk tidak melupakan sejarah. Semangat dan pengabdian para pemimpin terdahulu harus terus dilanjutkan.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan Bali.
“Kita sebagai generasi penerus yang mewarisi spirit pengabdian Beliau, wajib meneruskan perjuangan dan pengabdian Beliau, membangun Bali pada masa kini dan masa depan,” tegas Koster.
Koster juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta untuk menjalankan amanah masyarakat Bali.
Keduanya berkomitmen ngayah secara total, lascarya niskala-sakala. Pengabdian dilakukan dengan bekerja sungguh-sungguh, fokus, tulus, dan lurus.
UU Provinsi Bali Jadi Payung Pembangunan
Salah satu capaian penting yang disampaikan Koster adalah lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.
Menurutnya, UU tersebut memberikan landasan kuat bagi Bali untuk menata pembangunan sesuai karakteristik alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
UU tersebut juga mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, serta berbagai kearifan lokal Bali.
Regulasi tersebut kemudian menjadi payung hukum bagi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125. Haluan tersebut ditetapkan melalui Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.
Pembangunan Bali tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta seluruh isinya.
2025–2030 Jadi Fondasi Bali 100 Tahun
Koster menegaskan periode 2025–2030 menjadi tahap awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
Karena itu, keberhasilan pembangunan lima tahun pertama sangat menentukan masa depan Bali.
“Tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, harus sukses,” tegasnya.
Pembangunan Bali periode 2025–2030 diarahkan pada enam bidang prioritas.
Pertama, adat, agama, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal.
Kedua, kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan.
Ketiga, transformasi ekonomi melalui Ekonomi Kerthi Bali.
Keempat, pembangunan infrastruktur darat, laut, udara, dan transportasi.
Kelima, lingkungan, kehutanan, dan energi.
Keenam, pengembangan Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.
Sampah, Kemacetan hingga Pariwisata Jadi Perhatian
Koster mengakui pembangunan Bali telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, berbagai persoalan juga muncul dan harus segera ditangani.
Persoalan tersebut antara lain alih fungsi lahan sawah, sampah, kerusakan lingkungan, kemacetan, keterbatasan infrastruktur, transportasi publik, hingga kesenjangan ekonomi antarwilayah.
Pemprov Bali kemudian menjalankan sejumlah program super prioritas.
Di antaranya penuntasan persoalan sampah, pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penanganan kemacetan, penertiban usaha transportasi dan akomodasi pariwisata, penataan Online Travel Agent (OTA), serta penertiban perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan.
Sejumlah proyek infrastruktur strategis juga direncanakan dan mulai dikerjakan pada 2026–2029.
Proyek tersebut antara lain Shortcut Singaraja-Mengwi, Underpass Jimbaran, Jalan Baru Gatot Subroto Barat-Canggu, Underpass Tohpati, Jalan Baru Sunset Road-Mahendradatta, serta sejumlah ruas Jalan Lingkar Bali.
Bali Berkontribusi Besar untuk Pariwisata Nasional
Dalam pidatonya, Koster juga menyoroti kontribusi Bali terhadap pariwisata nasional.
Pada 2025, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai 7,05 juta orang. Jumlah tersebut sekitar 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Dari sisi devisa pariwisata, Bali disebut menyumbang sekitar Rp176 triliun atau 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia yang mencapai Rp319,9 triliun.
Koster menilai angka tersebut menunjukkan besarnya peran Bali terhadap perekonomian nasional.
Target Net Zero Emission 2045
Komitmen pembangunan berkelanjutan juga menjadi perhatian Pemprov Bali.
Koster menyebut sejumlah kebijakan lingkungan telah dijalankan. Di antaranya pembatasan plastik sekali pakai, pengembangan energi bersih, kendaraan listrik, pertanian organik, perlindungan danau, mata air, sungai, dan laut.
Bali juga terus mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Salah satu target besarnya adalah Net Zero Emission pada 2045. Target tersebut 15 tahun lebih cepat dibandingkan target nasional 2060.
Menutup pidatonya, Koster mengajak seluruh Sameton Krama Bali, terutama generasi muda, untuk menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Semangat tersebut dinilai penting agar pembangunan Bali tetap berjalan sesuai jati diri dan nilai-nilai lokal.
“Selamat Hari Jadi ke-68! Dirgahayu Provinsi Bali!” tutup Gubernur Koster.
Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Koster: Pengabdian Harus Dilakukan dengan Tulus Ikhlas



















