GIANYAR, InsertBali – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar menggelar Mini Fest. Mini Fest Kemenag Gianyar digelar pada Kamis (13/8).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenag Gianyar ini menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sekaligus panggung kolaborasi bagi pelaku UMKM, kelompok inklusi, dan pelestarian budaya lokal.
Mengusung tema “Bersama Membangun Ekonomi Umat Gianyar yang Hijau, Berdaya, dan Berbudaya”, Mini Fest hadir. Acara sebagai implementasi nyata program prioritas Kementerian Agama RI yang menekankan layanan keagamaan. Layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, memberikan penegasan. Ia menegaskan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya terbatas pada pembinaan spiritual. Peran juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Keagamaan tidak hanya berbicara tentang ritual dan spiritualitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Konsep Ekoteologi Dan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Inklusi
Menurutnya, konsep “Hijau” dalam tema kegiatan merupakan implementasi Asta Protas Menteri Agama. Implementasi pada aspek penguatan ekoteologi.
Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, khususnya konsep Palemahan. Konsep yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan.
Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui berbagai kegiatan. Kegiatan yang mendorong pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari praktik keagamaan.
Sementara itu, konsep “Berdaya” diwujudkan melalui dukungan terhadap penguatan ekonomi umat. Mini Fest menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM lokal Gianyar. Langkah untuk menampilkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
Tak hanya melibatkan pelaku usaha umum, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi kelompok inklusi. Kelompok seperti Yayasan Anak Unik, Yayasan Bhakti Senang Hati, serta warga binaan Rutan Gianyar. Ruang diberikan untuk memamerkan berbagai karya kreatif yang mereka hasilkan.
Wardhita menilai keterlibatan kelompok tersebut menjadi pesan penting. Pesan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kehadiran dan karya mereka menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkontribusi bagi ekonomi keluarga maupun daerah apabila diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang memadai,” katanya.
Di sisi lain, unsur “Berbudaya” menjadi benang merah yang menyatukan seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan seni budaya Bali, Gianyar dinilai memiliki kekuatan besar. Kekuatan dalam menjadikan budaya sebagai sarana edukasi sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Melalui penampilan Bondres dan Seka Gong Kemenag Gianyar, berbagai pesan disampaikan. Pesan tentang moderasi beragama, ekoteologi, dan pemberdayaan ekonomi umat dikemas secara menarik. Langkah sehingga lebih mudah diterima masyarakat.
Selain menghadirkan hiburan dan edukasi, Mini Fest juga dirancang sebagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung. Manfaat langsung kepada masyarakat. Berbagai layanan sosial turut disediakan. Layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga donor darah yang terbuka bagi seluruh pengunjung.
Simbol Sinergi Lintas Sektor Dan Makna Semangat Kemerdekaan
Rangkaian kegiatan Mini Fest sendiri telah dimulai sejak 11 Agustus 2026. Rangkaian dimulai melalui aksi sosial kebersihan lingkungan.
Selanjutnya pada 12 Agustus dilaksanakan doa bersama. Pelaksanaan sebelum mencapai puncak acara pada 13 Agustus 2026.
Dengan konsep “Dari Rakyat untuk Rakyat”, Kemenag Gianyar berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum. Momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Serta memperkokoh nilai budaya dan semangat kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival, Mini Fest Kemenag Gianyar menjadi simbol sinergi. Sinergi antara nilai keagamaan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial. Hal yang tumbuh dalam semangat kemerdekaan.
Di tengah tantangan zaman, kolaborasi lintas sektor yang ditampilkan dalam Mini Fest menunjukkan hal penting. Kolaborasi menunjukkan bahwa pembangunan umat tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan pembinaan. Pembangunan dilakukan juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Gianyar ingin membuktikan satu hal. Kemenag ingin membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
Bentuk mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan kelompok inklusi, kepedulian terhadap lingkungan. Hingga pelestarian budaya sebagai identitas bangsa.



















