Denpasar, Insert Bali – Pemerintah Provinsi Bali terus mempercepat transformasi ekonomi berbasis digital. Komitmen ini ditegaskan oleh Gubernur Wayan Koster saat membuka Bali Digital Innovation Festival 2026 di Denpasar. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Prime Plaza tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ketergantungan Pariwisata dan Arah Baru Ekonomi Bali
Dalam sambutannya, Wayan Koster menyoroti bahwa struktur ekonomi Bali masih didominasi sektor pariwisata. Data tahun 2025 menunjukkan sekitar 66 persen perekonomian Bali bertumpu pada sektor tersebut, dengan total kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 16 juta orang. Dan kontribusi devisa yang sangat besar. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mendorong diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor digital dan ekonomi kreatif agar Bali memiliki fondasi ekonomi yang lebih seimbang.
Bali Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Digital
Sebagai destinasi global, Bali memiliki kekuatan pada budaya, spiritualitas, dan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama dunia. Wayan Koster menilai keunggulan ini dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi. Ia berharap Bali tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata. Tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat ekonomi digital yang inovatif tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal.
Infrastruktur dan Penanganan Tantangan Daerah
Selain fokus pada digitalisasi, pemerintah juga terus menangani berbagai persoalan strategis seperti sampah dan kemacetan. Berbagai proyek infrastruktur tengah dipercepat untuk mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali. Langkah ini diharapkan mampu membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru. Khususnya di wilayah utara, timur, dan barat, sehingga pembangunan tidak lagi terpusat di kawasan tertentu saja.
Baligivation Perkuat Ekosistem Digital Bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari inisiatif Baligivation yang bertujuan mempercepat transformasi digital. Program ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan UMKM dan digitalisasi pasar rakyat.
Pengawasan Keuangan dan Keamanan Digital
Dari sisi pengawasan, PPATK melalui Fhitriodi mengingatkan bahwa percepatan digitalisasi harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap potensi risiko keuangan. Praktik ilegal seperti money changer tanpa izin dan transaksi mencurigakan dapat membuka celah terhadap tindak pidana serius. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga dan peningkatan kesadaran pelaku industri menjadi hal yang sangat penting.
Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, juga menegaskan bahwa keamanan digital harus menjadi perhatian bersama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, potensi ancaman di ruang digital semakin kompleks sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kepercayaan dalam ekosistem digital.
Dorong Peringkat KLA Karangasem, Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini Diperkuat



















