Karangasem , Insert Bali – Kabupaten Karangasem terus berupaya meningkatkan capaian sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Salah satu langkah strategis yang didorong adalah intensifikasi sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini, yang dinilai menjadi faktor risiko munculnya kekerasan terhadap anak.
Dalam kegiatan sosialisasi KLA di Wantilan Sabha Kerti, Kantor Bupati Karangasem, Seniasih Giri Prasta selaku Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam melindungi anak.
Pentingnya Pencegahan Pernikahan Usia Dini
Menurut Seniasih Giri Prasta, pernikahan usia dini memiliki dampak serius terhadap kehidupan keluarga. Pasangan yang menikah di usia muda umumnya belum matang secara emosional dan finansial.
Kondisi ini berpotensi memicu:
- Ketidakharmonisan rumah tangga
- Tekanan ekonomi keluarga
- Risiko kekerasan terhadap anak
“Remaja yang seharusnya masih dalam fase pendidikan, tiba-tiba harus memikul tanggung jawab besar sebagai orang tua,” jelasnya.
KLA Bukan Sekadar Mengejar Peringkat
Karangasem saat ini diketahui masih berada pada posisi nilai terendah dalam evaluasi mandiri KLA di Bali. Namun, hal ini tidak menjadi alasan untuk berkecil hati.
Seniasih Giri Prasta mengingatkan bahwa tujuan utama program KLA adalah:
- Pemenuhan hak anak
- Perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
- Penciptaan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak
Upaya pemerintah daerah yang telah mengalokasikan anggaran dinilai sebagai langkah positif, namun tetap membutuhkan dukungan masyarakat luas.
Peran Forum PUSPA dan Kolaborasi Multi Pihak
Ketua Forum PUSPA Karangasem, Anggreni Pandu Lagosa, menekankan bahwa keberhasilan KLA tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
Forum PUSPA berperan sebagai penghubung berbagai elemen, seperti:
- Dunia usaha
- Komunitas masyarakat
- Lembaga pendidikan
- Keluarga
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan sinergi dalam perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.
Program Inovasi untuk Kabupaten Layak Anak
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menegaskan bahwa implementasi program lebih penting daripada sekadar penilaian administratif.
Berbagai inovasi juga dipaparkan oleh Ni Made Laba Dwikarini, termasuk:
- Program edukasi keluarga
- Penguatan perlindungan anak
- Kampanye pencegahan kekerasan
Deklarasi KLA Karangasem Menuju Kabupaten Layak Anak
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan deklarasi “Karangasem Menuju Kabupaten Layak Anak”. Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.



















