Ibu Putri Koster Dorong Posyandu 6 SPM hingga Desa

Denpasar, Insert Bali  – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong percepatan transformasi Posyandu 6 SPM melalui pembinaan kader hingga tingkat desa saat membuka Bina Posyandu 2026.

Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan dalam mempercepat implementasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia menyebut Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan.

“Transformasi posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar,” tegasnya.

Perluas Peran hingga Kader Desa

Putri Koster menekankan bahwa pembinaan harus dilakukan secara berjenjang hingga menyentuh kader di tingkat desa. Menurutnya, pemahaman yang kuat dari seluruh tim pembina akan mempercepat implementasi program Posyandu 6 SPM di Bali.
Ia berharap peserta mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat kapasitas kader posyandu di daerah masing-masing. “Nantinya peserta diharapkan dapat melakukan sosialisasi secara masif,” ujarnya.

Diikuti 111 Peserta dari Dua Daerah

Kegiatan Bina Posyandu Angkatan ke-2 Tahun 2026 diikuti sebanyak 111 peserta. Peserta terdiri dari 80 orang asal Kabupaten Jembrana dan 31 orang dari Kota Denpasar. Mereka berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten/kota hingga kecamatan, kelurahan, dan desa.

Materi Fokus Implementasi dan Kebijakan

Ketua Panitia Ni Komang Sriani menjelaskan kegiatan berlangsung selama tiga hari, 13–15 April 2026. Materi yang diberikan mencakup akselerasi enam bidang SPM Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendalaman substansi, isu strategis, serta kebijakan terbaru. Penguatan juga dilakukan melalui integrasi program Posyandu ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Bali mendorong penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat. Dengan pembinaan hingga tingkat desa, transformasi Posyandu 6 SPM diharapkan berjalan optimal, merata, dan berkelanjutan di seluruh Bali.

Koster Perkuat Desa Adat untuk Pencegahan Narkoba di Bali

Shares: