Badung , Insert Bali – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan organisasi adat harus menjaga warisan leluhur sekaligus berperan dalam penanganan sampah dan pembangunan infrastruktur Bali dalam Lokasabha VI PBMM Badung, Minggu (12/4).
Organisasi Adat Jadi Kekuatan Pemersatu
Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa organisasi adat memiliki peran strategis sebagai pemersatu masyarakat sekaligus penjaga nilai-nilai leluhur Bali. Dalam Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung, ia mengingatkan bahwa organisasi adat tidak boleh hanya menjadi wadah formal. “Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi berbasis kekerabatan tidak boleh memicu perpecahan sosial, melainkan harus memperkuat pengabdian kepada leluhur (kawitan) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dorong Peran Aktif Tangani Sampah
Koster turut menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi adat dalam menangani persoalan sampah yang menjadi isu krusial di Bali. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan secara berkelanjutan, terutama pasca kebijakan penutupan TPA Suwung.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Bali tengah mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027 dengan teknologi insinerasi modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik (waste to energy), khususnya untuk wilayah Sarbagita.
Pembangunan Infrastruktur Terus Dipercepat
Selain isu lingkungan, Koster juga memaparkan sejumlah proyek strategis pembangunan infrastruktur di Bali. Di antaranya pembangunan fasilitas parkir bertingkat di kawasan Pura Ulun Danu Batur untuk mengurai kemacetan saat upacara besar.
Kemudian, penataan kawasan Pura Besakih melalui renovasi pelinggih dengan tetap mempertahankan pakem arsitektur Bali, serta peningkatan akses jalan guna mendukung kenyamanan pemedek dan wisatawan. Pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,27 triliun untuk 206 paket proyek infrastruktur di Bali pada tahun 2026. Program tersebut mencakup pembangunan SPAM, pengamanan pantai dari abrasi, kelanjutan shortcut Singaraja–Mengwitani, serta sistem sanitasi di kawasan wisata.
Apresiasi Kepemimpinan Koster
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Koster yang dinilai visioner dan konsisten membangun Bali berbasis budaya. Ia mengaku banyak belajar dari konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi arah pembangunan jangka panjang Bali. “Saya banyak belajar dari Pak Gubernur. Beliau sangat visioner dan sudah memikirkan haluan Bali ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan Koster dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat juga berdampak besar pada dukungan anggaran pembangunan di Bali.
Giri Prasta Ajak Laskar Bali Shanti Jaga Kedamaian



















