GIANYAR, InsertBali – Musibah kebakaran melanda area pemukiman di Kabupaten Gianyar. Kobaran api menghanguskan dua blok bangunan warung yang berlokasi di Banjar Lebah, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar pada Senin (29/6/2026) malam. Beruntung, amukan si jago merah berhasil dikendalikan dengan cepat. Api dipadamkan sebelum sempat merembet luas ke bangunan lain di sekitarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa mencekam ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Kronologi bermula saat sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi melihat adanya kejanggalan. Mereka menyaksikan kepulan asap tebal berwarna hitam keluar dari celah bangunan warung tersebut.
Menyadari sedang terjadi peristiwa kebakaran, para saksi mata langsung berteriak histeris untuk meminta pertolongan warga sekitar. Warga setempat kemudian berdatangan ke lokasi untuk memberikan bantuan penanganan awal secara gotong royong. Sebagian warga lainnya bergerak cepat menghubungi pemilik warung serta melaporkan insiden tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar.
Mendapat laporan darurat, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak. Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.20 WITA. Petugas di lapangan langsung melakukan penetrasi dan melangsungkan upaya pemadaman secara intensif.
Proses penjinakan api berjalan lancar berkat kerja sama tim yang solid. Dibantu oleh aparat keamanan termasuk Babinsa Desa Keramas serta partisipasi aktif warga, kobaran api berhasil dipadamkan total. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit sehingga dampak kerusakan bisa dilokalisasi.
Kasatpol PP dan Damkar Gianyar, Putu Dian Yuda Negara memberikan penjelasan resmi mengenai detail objek yang terdampak pada Selasa (30/6/2026). Beliau memaparkan bahwa area yang hangus terbakar merupakan dua blok bangunan warung. Masing-masing tempat usaha tersebut berukuran sekitar 3 x 6 meter yang terletak di Jalan Tukad Pakerisan, Banjar Lebah, Desa Keramas.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar Dian Yuda.
Kondisi Tempat Usaha Terkunci dan Total Estimasi Kerugian Materiil
Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, kondisi tempat usaha diketahui sudah tidak beraktivitas. Warung tersebut telah ditutup rapat dan digembok oleh pemiliknya sejak pukul 20.30 WITA atau beberapa menit sebelum kepulan asap muncul.
Terkait dampak kerugian, musibah ini dipastikan memicu kerugian ekonomi yang cukup besar bagi korban. Akibat kebakaran tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai angka sekitar Rp200 juta.
Kendati menghancurkan fisik bangunan beserta isinya, pihak berwenang memastikan aspek keselamatan tetap terjaga. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran malam tersebut.



















