BANGLI, InsertBali – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Pujawali Ida Betara di Pura Puseh Bangli. Kegiatan keagamaan ini berlangsung di Kelurahan Kawan pada Senin (9/2/2026). Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap kelestarian adat dan tradisi setempat.
Dalam persembahyangan tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, serta Sekda Bangli. Hadir pula Ketua TP PKK Bangli, Ketua GOW, dan para pimpinan Perangkat Daerah (PD). Kedatangan rombongan Bupati Bangli di Pura Puseh disambut hangat oleh parajuru serta krama Banjar Adat Pule.
Bupati Sedana Arta menyampaikan bahwa pujawali ini rutin digelar setiap enam bulan sekali. Baginya, momen ini sangat penting untuk memperkuat srada bhakti ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa. Beliau juga memanjatkan doa agar masyarakat Bangli senantiasa dilindungi dari segala bentuk marabahaya.
“Kami berharap melalui persembahyangan ini, kita semua diberikan kekuatan dan keselamatan. Semoga situasi yang terjadi akhir-akhir ini segera membaik dan masyarakat selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bupati Sedana Arta.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menjaga konsep Tri Hita Karana di tengah masyarakat modern. Beliau mengajak warga menjaga keharmonisan antara aspek Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan. Menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama adalah kunci keberlangsungan hidup yang tenteram.
Momen Bupati Bangli di Pura Puseh ini juga diisi dengan penyerahan dana punia secara langsung. Bantuan tersebut diterima oleh peduluan Banjar Adat Pule sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap pelaksanaan upacara. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar seluruh rangkaian ritual keagamaan yang sedang berjalan.
Ritual Piodalan dan Semangat Gotong Royong
Piodalan di Pura Puseh Bangli ini sudah dimulai sejak rahina Tumpek Kandang. Rangkaian upacara berlangsung selama empat hari dan akan berakhir pada Selasa besok. Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan biasa, tetapi juga sebagai sarana mempererat kekeluargaan.
Harapannya, kehadiran pemerintah dalam persembahyangan Bupati Bangli di Pura Puseh dapat memupuk semangat gotong royong warga. Melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah, tradisi leluhur di Kabupaten Bangli diharapkan tetap terjaga dengan kokoh. Situasi yang harmonis ini menjadi pondasi penting bagi pembangunan daerah ke depannya.



















