Satpol PP Diminta Semakin Solid dan Adaptif
Denpasar – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra mendorong penguatan deteksi dini gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Serta perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) dalam pelaksanaan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Bali.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Satpol PP Kabupaten/Kota se-Bali di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (8/5).
Membacakan sambutan Gubernur Bali, Sekda Dewa Indra menegaskan bahwa tantangan tugas Satpol PP ke depan semakin kompleks. Seiring perkembangan regulasi dan dinamika sosial masyarakat.
Karena itu, aparat Satpol PP dituntut tidak hanya memahami aturan. Tetapi juga mampu melakukan langkah preventif melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban umum.
“Satpol PP harus mampu melakukan proteksi dini. Menangani persoalan sejak awal tentu lebih mudah dibandingkan ketika persoalan sudah membesar. Karena itu, Satpol PP harus semakin solid,” ujarnya.
Penguatan Trantibumlinmas Jadi Fokus Utama
Menurut Dewa Indra, penguatan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas daerah, terutama di Bali yang menjadi destinasi pariwisata internasional.
Ia menilai Satpol PP memiliki peran strategis bukan hanya sebagai aparat penegak peraturan daerah. Tetapi juga sebagai penjaga ketertiban sosial dan citra Bali di mata dunia.
“Satpol PP memiliki posisi strategis sebagai penjaga wibawa pemerintah daerah sekaligus pengawal keteraturan sosial masyarakat,” katanya.
Dengan tantangan sosial yang semakin dinamis, Satpol PP diharapkan mampu bertindak profesional. Humanis, serta adaptif dalam menjalankan tugas di lapangan.
Rakerda Jadi Momentum Perkuat Sinergi Satpol PP se-Bali
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Bali juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-76 Satpol PP dan Hari Jadi ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Menurutnya, usia panjang tersebut menjadi bukti pengalaman dan kematangan Satpol PP dalam menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.
“Usia ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menunjukkan pengalaman panjang yang telah dimiliki Satpol PP dan Satlinmas. Dalam memahami berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Rakerda Satpol PP se-Bali menjadi momentum memperkuat kapasitas, soliditas, dan koordinasi antar daerah dalam mendukung penegakan perda yang lebih efektif.
Bali Harus Tetap Aman dan Kondusif
Rakerda Satpol PP Kabupaten/Kota se-Bali Tahun 2026 mengusung tema “Optimalisasi Kinerja Satpol PP melalui Deteksi Dini dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmas”.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-76 Satpol PP serta HUT ke-64 Satlinmas.
Kasatpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting memperkuat koordinasi dan sinergi Satpol PP se-Bali.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung terciptanya Bali yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun sektor pariwisata.
Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Agung
Rakerda juga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan penyuluh hukum yang memberikan penguatan terkait penegakan peraturan daerah, deteksi dini gangguan trantibumlinmas, serta pemahaman hukum dalam pelaksanaan tugas Satpol PP.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Bali bersama Kasatpol PP Provinsi Bali turut menyerahkan penghargaan Bali Trepti IV Tahun 2026 kepada sejumlah instansi dan perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam mendukung ketertiban dan perlindungan masyarakat.
Penerima penghargaan antara lain Satpol PP Kabupaten Buleleng, Satpol PP Kota Denpasar, Satpol PP Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, PT Asta Nadi Karya Utama, serta PT Lipuri Jagadh.
Pisah Sambut Kajati Bali, Gubernur Koster Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Kawal Pembangunan



















