Sebelum Sandar di Nusa Penida, Kemenag On The Boat Bekali Penumpang Etika, Dharma, dan Cerita Pulau Dewata

Sebelum Sandar di Nusa Penida, Kemenag On The Boat Bekali Penumpang Etika, Dharma, dan Cerita Pulau Dewata

KLUNGKUNG, InsertBali – Perjalanan menuju Nusa Penida biasanya diisi dengan pemandangan laut yang membentang di sepanjang Selat Badung. Namun pada Kamis (6/8/2026), perjalanan para penumpang Gangga Express dari Pelabuhan Kusamba memiliki pengalaman yang berbeda.

Sebelum menginjakkan kaki di pulau tujuan, mereka terlebih dahulu diajak mengenal nilai-nilai keagamaan. Penumpang diajak mengenal budaya, hingga etika saat berkunjung ke tempat-tempat suci melalui inovasi Kemenag On The Boat.

Di ruang tunggu hingga area penyeberangan, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menghadirkan edukasi. Edukasi keagamaan dikemas secara ringan dan komunikatif.

Sasaran penyuluhan tidak hanya masyarakat lokal dan wisatawan domestik. Sasaran mencakup pula wisatawan mancanegara yang hendak menikmati keindahan Nusa Penida.

Keunikan layanan ini terletak pada pendekatannya yang menyesuaikan karakteristik audiens. Ketika berhadapan dengan wisatawan asing, penyuluh menyampaikan materi menggunakan bahasa Inggris. Langkah agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Materi yang diberikan tidak sekadar memperkenalkan destinasi wisata religi yang ada di Nusa Penida. Para penumpang juga mendapat pemahaman mengenai tata krama saat memasuki kawasan suci.

Penjelasan mencakup pentingnya menghormati adat dan budaya lokal. Serta berbagai aturan yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke pura maupun destinasi yang memiliki nilai kesakralan bagi masyarakat setempat.

Edukasi Keagamaan dan Internalisasi Nilai Filosofi di Atas Kapal

“Penyuluhan agama disesuaikan berdasarkan audiens atau audience oriented. Karena penumpang yang kami temui memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda,” jelas Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Cahyadi.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Penumpang tidak hanya mendengarkan materi. Penumpang diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, hingga berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan beragama maupun layanan Kementerian Agama.

Bagi masyarakat lokal dan wisatawan domestik, materi yang disampaikan mencakup edukasi keselamatan pelayaran. Materi mencakup informasi layanan keagamaan Kementerian Agama, hingga pengenalan layanan rekomendasi tanda daftar pura.

Sementara itu, nilai-nilai universal yang dapat diterapkan oleh seluruh peserta juga menjadi bagian penting dalam penyuluhan.

Salah satu materi yang disampaikan adalah filosofi Vasudhaiva Kutumbakam yang termuat dalam Kitab Maha Upanisad Bab 6 Sloka 72. Ajaran tersebut mengandung makna bahwa seluruh manusia merupakan satu keluarga besar yang hidup di bumi. Hidup tanpa dibatasi perbedaan suku, bangsa, maupun agama.

Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan filosofi Tri Hita Karana. Konsep keharmonisan hidup yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

“Pertama, menjaga hubungan baik dengan Tuhan (Parhyangan) jadi kita wajib mohon izin dulu kepada Tuhan dalam setiap kegiatan karena Beliaulah yang Maha Berkehendak. Kami praktikkan bersama penumpang dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebelum berangkat,” paparnya.

Ia kemudian menjelaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (Pawongan) dengan saling menghormati selama perjalanan. Langkah mencakup mengikuti arahan petugas penyeberangan.

Tidak kalah penting, seluruh penumpang juga diajak menjaga hubungan harmonis dengan alam (Palemahan) melalui kepedulian terhadap kebersihan laut dan lingkungan sekitar.

Dukungan Dirjen Bimas Hindu RI dan Pemkab Klungkung

Apresiasi terhadap inovasi Kemenag On The Boat juga datang dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana layanan keagamaan dapat hadir secara kreatif. Layanan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.

“Dengan program Kemenag On The Boat, program ini sangat bermanfaat dan berdampak besar bagi masyarakat dan wisatawan. Karena di situ ada internalisasi nilai-nilai keagamaan Hindu terkait dengan bagaimana etika beragama di tempat suci, etika di kawasan suci, dan wilayah-wilayah yang harus kita taati,” paparnya.

Menurut Duija, penyampaian edukasi keagamaan sebelum masyarakat dan wisatawan mengunjungi destinasi religi menjadi langkah penting. Langkah untuk membangun pemahaman yang benar terhadap nilai-nilai kesucian tempat ibadah, budaya lokal, serta norma yang berlaku di masyarakat.

Dengan demikian, kunjungan wisata tidak hanya memberikan pengalaman perjalanan. Kunjungan menumbuhkan sikap hormat terhadap tradisi dan kearifan lokal yang ada di Nusa Penida.

Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya pun turut mendukung inovasi ini. Kemenag On The Boat menurutnya mampu menghadirkan layanan yang adaptif terhadap karakteristik wilayah Klungkung. Wilayah yang terdiri atas daratan dan kepulauan.

“Kami menyambut baik inovasi Kemenag On The Boat yang dihadirkan Kemenag Klungkung untuk menjangkau layanan keagamaan hingga ke wilayah kepulauan. Melalui kolaborasi ini, kami melihat adanya sinergi yang positif antara sektor keagamaan dan pariwisata dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya.

Apresiasi Pengelola Penyeberangan dan Keselarasan Program Asta Protas

Hal senada disampaikan Direktur CV. Gangga Express, I Putu Hendra Sintyana. Menurutnya, Kemenag On The Boat menjadi inovasi yang menghadirkan nilai tambah dalam perjalanan penumpang menuju Nusa Penida.

“Kami mengapresiasi Kementerian Agama Kabupaten Klungkung yang terus berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi. Kemenag On The Boat menjadi langkah yang sangat baik karena edukasi keagamaan dapat menjangkau penumpang secara langsung selama perjalanan menuju Nusa Penida,” ungkapnya.

Melalui Kemenag On The Boat, perjalanan menuju Nusa Penida tidak lagi sekadar perpindahan dari satu pulau ke pulau lainnya. Di atas jalur penyeberangan, ruang perjalanan berubah menjadi ruang belajar, ruang dialog, dan ruang perjumpaan. Ruang memperkenalkan wajah keramahtamahan, nilai-nilai keagamaan, serta budaya Bali kepada masyarakat dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Kegiatan ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag RI yang digagas oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Khususnya Layanan Keagamaan Berdampak melalui perluasan akses edukasi dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Serta Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan yang diwujudkan melalui penguatan nilai toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat persaudaraan lintas bangsa.

Shares: