KLUNGKUNG, InsertBali – Bupati Klungkung, I Made Satria meninjau langsung pelaksanaan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Aktivasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung di Desa Getakan, Senin (31/8).
Kegiatan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan tersebut dipusatkan di Banjar Adat Getakan. Serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital. Identitas yang dapat diakses melalui telepon pintar. Di dalam IKD terdapat berbagai dokumen kependudukan, di antaranya KTP-el, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran. Serta berbagai dokumen kependudukan lainnya.
Kehadiran IKD diharapkan dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi masyarakat. Efisiensi dalam mengakses dokumen kependudukan.
Saat ini, Disdukcapil Kabupaten Klungkung terus menggenjot capaian aktivasi IKD. Penggenjotan untuk memenuhi target nasional sebesar 20%.
Hingga saat ini, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung masih berada di kisaran 6,2%. Sehingga berbagai upaya percepatan terus dilakukan.
Berdasarkan evaluasi sebelumnya, Kabupaten Klungkung sempat berada pada peringkat keempat di Provinsi Bali. Peringkat dalam hal kepemilikan IKD.
Namun, posisi tersebut dapat terus berubah seiring dengan pelaksanaan aktivasi IKD. Aktivasi yang juga dilakukan secara masif oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengapresiasi tinggi kepada pihak Pemerintah Desa Getakan dan Banjar Adat Getakan. Apresiasi atas kolaborasi serta dukungan penuh yang diberikan sehingga pelayanan jemput bola ini disambut antusias.
Bupati Satria juga menekankan pentingnya percepatan adopsi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan modernisasi layanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung.
“Jadi saya menugaskan Disdukcapil untuk terus memperluas cakupan program “jemput bola” secara merata ke desa-desa lain, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses administrasi kependudukan dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan jarak,” harap Bupati Satria.
Komitmen Kadisdukcapil Klungkung Targetkan Aktivasi Hingga Tingkat Banjar
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, memberikan penjelasannya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan jemput bola akan terus dilakukan. Dilakukan dengan menyasar masyarakat secara langsung hingga ke tingkat banjar.
“Ke depan kegiatan jemput bola dengan langsung turun ke banjar-banjar akan terus kami lakukan. Kami berharap dengan pola pelayanan seperti ini masyarakat semakin mudah melakukan aktivasi IKD dan target nasional sebesar 20% dapat tercapai pada akhir tahun 2026,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dukungan pemerintah desa, perangkat desa, serta antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor penting. Faktor dalam percepatan aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung.
“Melalui kegiatan jemput bola ini, Disdukcapil Klungkung berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat sekaligus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.



















