One Doctor One Sight, Perdami Bali Gelar Operasi Katarak dan Pemeriksaan Mata Gratis

Tim dokter spesialis mata Perdami Bali saat melakukan pemeriksaan kesehatan mata gratis kepada warga lansia dalam rangka Hari Bakti Perdami ke-62 di Wantilan Pasar Yadnya Blahbatuh Gianyar.

GIANYAR, InsertBali Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Bali menggelar bakti sosial. Kegiatan berupa pemeriksaan kesehatan mata dan operasi katarak gratis. Acara ini dipusatkan di Wantilan Serbaguna Pasar Yadnya, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan pada Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti Perdami ke-62. Momen ini sekaligus menjadi kick off Bulan Bakti Perdami ke-2. Agenda besar tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Mengusung tema “One Doctor One Sight”, kegiatan ini melibatkan seluruh dokter spesialis mata di Bali. Pihak panitia juga bekerja sama dengan John Fawcett Foundation (JFF). Kerja sama juga dilakukan bersama Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN). Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan mata. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.

Sebanyak 114 dokter spesialis mata di Bali berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pergerakan mereka didukung oleh sekitar 10–15 dokter muda. Kegiatan ini diikuti oleh 154 masyarakat yang memperoleh berbagai layanan kesehatan mata.

Dari total tersebut, sebanyak lima pasien menjalani operasi katarak gratis. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan mata gratis dan pemeriksaan tekanan bola mata. Tersedia pula skrining retina serta pemberian kacamata baca maupun kacamata untuk penglihatan jauh sesuai kebutuhan. Pasien juga menerima pemberian obat-obatan gratis, penyuluhan kesehatan mata, serta bingkisan sembako.

IROPIN sebagai organisasi profesi resmi bagi ahli refraksi optisien dan optometris di Indonesia turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Organisasi ini berperan membina tenaga kesehatan profesional. Mereka memiliki keahlian dalam pemeriksaan mata dasar dan penentuan ukuran kacamata. Tenaga medis ini juga ahli dalam penanganan kelainan refraksi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Ketua IDI Provinsi Bali dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Hadir pula Ketua IDI Cabang Gianyar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, serta Jro Bendesa Blahbatuh.

Tujuan Perluasan Akses Layanan Medis dan Edukasi Deteksi Dini

Ketua Panitia, dr. Cynthia Dewi M., Sp.M., memberikan penjelasan mengenai agenda ini. Ia mengatakan bakti sosial ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata. Langkah ini juga diproyeksikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan.

“Pelaksanaan bakti sosial ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan mata secara gratis, mulai dari skrining kesehatan mata, penyuluhan dan edukasi, pemberian kacamata bagi yang membutuhkan, hingga operasi katarak bagi pasien yang memenuhi indikasi medis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perdami Bali, dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M. (K), juga ikut angkat bicara. Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan layanan operasi katarak gratis saja. Acara ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan mata lainnya. Layanan medis itu seperti skrining diabetik retinopati, glaukoma, dan kelainan refraksi. Panitia turut menyisipkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

“Hari ini kami serentak di seluruh Indonesia mengadakan bakti sosial dalam rangka Hari Bakti Perdami ke-62. Di Gianyar, kami melaksanakan operasi katarak, skrining kesehatan mata, dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata,” ujarnya.

Menurut pendapatnya, aspek edukasi menjadi bagian yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan banyak penyakit mata, termasuk katarak, dapat ditangani dengan baik. Syarat utamanya adalah apabila penyakit tersebut berhasil terdeteksi sejak dini.

“Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan melalui operasi. Jika terdeteksi lebih awal, hasil penanganannya tentu akan lebih optimal,” katanya.

Semangat Gotong Royong Kontribusi Pendanaan dan Target Rekor MURI

Ia menjelaskan sistem pembiayaan dari perhelatan masif ini. Seluruh pendanaan kegiatan berasal dari kontribusi para dokter spesialis mata di Bali. Langkah mandiri ini diambil sebagai bentuk nyata dari semangat gotong royong profesi.

“Kami bahu-membahu dan bergotong royong. Seluruh dana berasal dari dokter mata sendiri. Sesuai tema ‘One Doctor One Sight’, setiap dokter berkontribusi membantu satu pasien mendapatkan kembali penglihatannya,” kata dr. Dewiyani.

Pihaknya juga tidak lupa mengapresiasi dukungan dari John Fawcett Foundation. Lembaga ini dinilai selama ini telah menjadi salah satu mitra strategis Perdami. Khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata di wilayah Bali.

Secara nasional, Bulan Bakti Perdami ke-2 ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Agenda dijadwalkan mulai tanggal 5 Juli hingga 5 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan komprehensif meliputi proses identifikasi dan pendaftaran pasien. Ada juga skrining kesehatan mata, operasi katarak gratis, pemantauan pascaoperasi, hingga evaluasi hasil pelayanan di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, Perdami memiliki sebuah rencana besar. Mereka berencana mengajukan pencatatan prestasi kepada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor yang diajukan adalah untuk kategori pelaksanaan operasi katarak gratis serentak selama satu bulan dengan jumlah tindakan terbanyak serta cakupan wilayah terluas di Indonesia.

Shares: