Gubernur Koster Nikmati Bully di Media Sosial, Anggap Kritik Jadi Penyemangat Kerja

DENPASAR , Insert Bali— Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dirinya tidak terganggu dengan berbagai bentuk perundungan (bullying) maupun kritik pedas yang kerap dialamatkan kepadanya melalui media sosial. Hingga awal Januari 2026, Koster justru mengaku menikmati fenomena tersebut dan memilih tetap fokus bekerja nyata di lapangan.

Menurutnya, kritik keras dari warganet merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan yang harus dihadapi dengan sikap dewasa dan mental yang kuat.

Bully Jadi Penyemangat Percepatan Pembangunan

Di sela Ground Breaking Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9-10 Rabu (7/1), Wayan Koster menilai cibiran netizen sebagai penyemangat kerja, khususnya dalam percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur di Bali. Salah satu contoh nyata adalah perbaikan jalan amblas di Bajera, Kabupaten Tabanan, yang diresmikan pada Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Koster bahkan secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada warganet yang ramai melakukan kritik dan bully di media sosial. Menurutnya, tekanan publik tersebut turut mendorong percepatan penyelesaian proyek jalan yang sempat menjadi sorotan nasional.

Ujian Ketahanan Mental Pemimpin

Bagi Koster, komentar nyinyir dan kritik tajam merupakan ujian ketahanan mental seorang pemimpin. Ia menilai, tanpa kritik dan perbedaan pendapat, kehidupan demokrasi justru terasa hampa.

“Kalau tidak ada yang mengkritik, dunia ini malah sepi,” menjadi prinsip yang kerap disampaikan Koster dalam menanggapi serangan di ruang digital.

Fokus Kerja Nyata di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Gubernur Bali menegaskan akan semakin masif turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi riil di lapangan. Ia memilih mengecek langsung berbagai persoalan seperti:

  • Jalan rusak

  • Kondisi sawah dan pertanian

  • Ketersediaan air bersih

  • Infrastruktur dasar masyarakat

Koster menegaskan tidak ingin menghabiskan energi meladeni keributan di media sosial, melainkan fokus pada solusi nyata bagi masyarakat Bali.

Bantah Isu “Bali Sepi Wisatawan”

Menjelang akhir 2025 hingga awal 2026, Gubernur Koster juga aktif membantah narasi viral di media sosial. Yang menyebut Bali sepi wisatawan. Ia menyampaikan data resmi bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025 mencapai 7,05 juta orang, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Data tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Bali tetap kuat dan terus tumbuh, meskipun diwarnai berbagai isu dan persepsi negatif di ruang digital.

Wagub Bali Giri Prasta Hadiri Melaspas Kantor Perbekel Patemon, Tekankan Pelestarian Budaya Bali

Shares: