GIANYAR, InsertBali – DPD II Partai Golkar Gianyar menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Musdalub digelar di Kantor DPD II Golkar Gianyar, Sabtu (5/9). Musdalub digelar untuk memilih ketua definitif.
Pilihan setelah Ketua DPD II Golkar Gianyar sebelumnya, I Wayan Gede Sudarta, meninggal dunia. Meninggal dunia karena sakit saat menjalani perawatan medis di Penang, Malaysia, Minggu (26/7).
Dalam Musdalub tersebut, I Gede Sudiana menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri. Kandidat sebagai calon Ketua DPD II Golkar Gianyar.
Politisi senior Golkar sekaligus pengusaha asal Ubud itu saat ini menjabat Bendahara DPD I Golkar Bali.
Serta dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Gianyar setelah wafatnya Gede Sudarta.
Ketua Panitia yang juga Bendahara DPD II Golkar Gianyar, I Gusti Agung Arika Sudewa, memberikan penjelasannya. Ia mengatakan pendaftaran bakal calon ketua dibuka selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026.
Hingga pendaftaran ditutup, hanya Gede Sudiana yang mendaftarkan diri. Setelah melalui proses verifikasi, dukungan yang dikantongi Sudiana dinyatakan telah memenuhi persyaratan dari pemegang hak suara.
“Dengan demikian, proses Musdalub berlangsung relatif cepat dan mengedepankan musyawarah mufakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gede Sudiana mengatakan dirinya akan melanjutkan program-program. Program yang sebelumnya telah dirancang oleh almarhum I Wayan Gede Sudarta.
Selain itu, konsolidasi internal menjadi salah satu prioritasnya untuk memperkuat organisasi hingga tingkat bawah.
“Pertama, pasti melanjutkan program-programnya Pak Wayan yang mana beliau sudah merancang, nanti kita akan lanjutkan. Dan kedua, konsolidasi,” kata Sudiana.
Konsolidasi Internal Dan Akomodasi Kader Muda Milenial Serta Perempuan
Konsolidasi tersebut akan dilakukan dengan seluruh unsur partai. Mulai dari fraksi, pengurus DPD II, hingga Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD).
Ia juga mendorong penguatan organisasi hingga tingkat banjar dan lingkungan. “Intinya, saya tidak banyak mengubah dari program Pak Wayan, termasuk juga target-target yang realistis saja: mempertahankan suara dan juga merebut kursi dari dapil-dapil yang kosong, sesuai dengan arahan dari provinsi dan juga DPP,” ujarnya.
Sudiana juga memastikan kepengurusan DPD II Golkar Gianyar akan mengakomodasi kader muda dan perempuan. Menurutnya, kader dari kalangan milenial dan Gen Z sudah cukup banyak. Sehingga perlu diberdayakan sesuai dengan kompetensi dan potensinya.
“Kita akan mengakomodasi itu. Kader-kader kita dari milenial dan Gen Z juga sudah banyak yang masuk. Kita akan berdayakan mereka sesuai dengan kompetensi masing-masing,” katanya.
Arahan Ketua DPD I Golkar Bali Dan Penetapan Kepengurusan Periode 2025–2030
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Bali, I Gede Sumarjaya Linggih, memberikan penjelasannya.
Ia mengatakan Musdalub digelar agar roda organisasi dan agenda Partai Golkar di Gianyar dapat kembali berjalan secara optimal.
“Harapan saya dalam Musdalub ini tentu soliditas daripada partai berjalan dengan baik, terpilihnya juga pengurus-pengurus yang mampu bekerja dengan baik, dan juga melibatkan atau mengadopsi keterwakilan perempuan maupun generasi muda,” ujar Sumarjaya Linggih.
Ia menilai Gianyar memiliki potensi besar di berbagai sektor, terutama ekonomi, pariwisata, dan pertanian.
Karena itu, Golkar diharapkan mampu mengambil peran dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumarjaya Linggih juga berharap kepengurusan baru mampu menerjemahkan kebijakan Partai Golkar di tingkat pusat dan provinsi. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Kita punya slogan ‘Suara Golkar, Suara Rakyat’. Mampu mendengarkan apa yang menjadi masukan-masukan atau apa yang menjadi keinginan dan tujuan daripada masyarakat itu, sehingga Partai Golkar mendapatkan lebih banyak simpati lagi di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.
Selain menetapkan ketua definitif, Musdalub juga menjadi momentum untuk menetapkan kepengurusan. Kepengurusan DPD II Golkar Gianyar periode 2025–2030.
Sebelumnya, I Wayan Gede Sudarta terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Gianyar periode 2025–2030.
Politisi asal Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Penang, Malaysia.
Sebelum memimpin Golkar Gianyar, Sudarta tercatat sebagai anggota DPRD Gianyar selama tiga periode.



















