Ekskavator Mulai Bongkar SDN 2 Batuan Pascakebakaran

Ekskavator Mulai Bongkar SDN 2 Batuan Pascakebakaran

GIANYAR, InsertBali Pemerintah Kabupaten Gianyar bergerak cepat menangani dampak kebakaran. Kebakaran sebelumnya melanda SD Negeri 2 Batuan, Sukawati. Sebuah alat berat (ekskavator) milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gianyar mulai diterjunkan. Alat diterjunkan untuk membongkar sisa bangunan yang hangus terbakar sekaligus membersihkan puing-puing, Kamis (30/7).

Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, memberikan keterangan. Ia mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta. Anggaran disiapkan untuk membangun kembali empat ruangan yang rusak akibat kebakaran.

Menurutnya, pembongkaran dan pembersihan lokasi menjadi prioritas. Hal ini dilakukan agar area sekolah aman sebelum pekerjaan rehabilitasi dimulai. Dinas PU telah diminta bergerak cepat. Pembongkaran dibantu pihak sekolah dan Dinas Pendidikan melalui kegiatan gotong royong.

“Sudah saya minta tolong ke PU agar segera dibersihkan. Setelah itu kita siapkan anggaran melalui Dinas Pendidikan kurang lebih Rp300 juta di Oktober ini agar segera diperbaiki,” ujar Sekda.

Selama proses pembongkaran dan pembersihan berlangsung, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan. Pembelajaran dialihkan secara daring.

“Pembongkaran bangunan pascakebakaran dikerjakan PU terlebih dahulu, kemudian dibersihkan bersama pihak sekolah. Atas izin Kepala Dinas Pendidikan, sementara siswa belajar secara daring,” jelasnya.

Dugaan Korsleting Listrik Dan Kerugian Bangunan Serta Arsip

Kepala SD Negeri 2 Batuan, I Putu Sutrisna, memberikan penjelasan. Ia mengatakan hasil penyelidikan dari pihak kepolisian diduga penyebab kebakaran dipicu korsleting listrik. Selain menghanguskan empat ruangan, kebakaran juga memusnahkan sejumlah arsip penting milik sekolah.

Dokumen administrasi yang tersimpan di ruang kepala sekolah tidak sempat diselamatkan. Hal ini terjadi karena api dengan cepat membesar.

“Untuk barang elektronik hanya ada printer di ruangan tersebut, sedangkan laptop tidak berada di lokasi,” katanya.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (29/7) sekitar pukul 15.54 Wita. Kebakaran terjadi saat kegiatan belajar mengajar telah usai sehingga tidak ada siswa maupun tenaga pengajar di dalam bangunan. Api menghanguskan empat ruangan. Ruangan tersebut yakni ruang kepala sekolah, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang arsip, dan ruang konseling yang berada di sisi timur kompleks sekolah.

Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang pedagang. Pedagang tersebut berjualan di sisi timur sekolah. Saat itu api telah membesar disertai kepulan asap hitam pekat.

Warga kemudian berupaya melakukan pemadaman awal sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Di tengah proses kebakaran sempat terdengar dua kali ledakan. Ledakan diduga berasal dari peralatan elektronik di dalam bangunan.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar, Putu Yuda Negara, memberikan pernyataan. Ia mengatakan pihaknya segera mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari masyarakat. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di lingkungan sekolah.

Shares: