Desa Temesi Dorong Sinergi Atasi Gunungan Sampah Organik TPA, Pariwisata Diharapkan Jadi Bagian Solusi

Desa Temesi Dorong Sinergi Atasi Gunungan Sampah Organik TPA, Pariwisata Diharapkan Jadi Bagian Solusi

GIANYAR, InsertBali Pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, mendorong Pemerintah Kabupaten Gianyar. Mendorong segera mengambil langkah konkret dalam menangani gunungan sampah organik. Sampah organik yang menumpuk di kawasan TPA Temesi.

Persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan pemilahan sampah dari sumber. Tetapi harus diikuti dengan sistem pengolahan dan pemanfaatan yang jelas.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada Bupati Gianyar, Pemerintah Desa Temesi mengusulkan. Mengusulkan agar material organik yang telah mengalami proses penguraian di TPA dapat diolah. Diolah menjadi tanah subur atau media tanam. Tahapan melalui pengeringan, pengayakan, pemisahan material, pengemasan, hingga pemanfaatan.

Perbekel Temesi, I Ketut Branayoga, S.E.,Senin (24/8/2026), memberikan penegasannya.

Ia menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan semata-mata untuk menciptakan usaha baru. Melainkan sebagai upaya mengurangi volume gunungan sampah. Sekaligus memberikan nilai manfaat dari material yang selama ini menjadi persoalan.

Menurutnya, pemilahan sampah dari sumber yang telah berjalan sejak 1 Mei 2024 harus diikuti. Diikuti dengan kemampuan pemerintah dalam menangani sampah yang sudah terpilah. Jika tidak, sampah organik yang telah dipisahkan justru akan terus menumpuk di TPA.

“Yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana sampah organik yang sudah dipilah ini bisa segera dimanfaatkan. Kami menawarkan konsep sederhana, yakni mengolahnya menjadi tanah subur atau media tanam, tentu setelah melalui kajian, pengujian dan memenuhi standar teknis serta keamanan,” ujarnya.

Dukungan Sektor Pariwisata Dan Pelaksanaan Ekonomi Sirkular

Desa Temesi juga berharap sektor pariwisata ikut mengambil peran. Peran dalam menciptakan pasar bagi hasil pengolahan sampah organik tersebut. Sesuai surat yang telah diedarkan beberapa hari sebelumnya, Desa Temesi mengusulkan.

Mengusulkan agar Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, termasuk melalui koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Maupun pelaku usaha pariwisata lainnya, dapat mendorong hotel, vila, restoran dan usaha pariwisata. Langkah untuk memanfaatkan tanah subur atau media tanam hasil pengolahan TPA Temesi.

Dukungan tersebut, menurut Desa Temesi, dapat diwujudkan melalui pembelian produk. Pembelian sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dengan harga yang semurah mungkin atau berdasarkan kalkulasi biaya operasional pengolahan.

“Jadi dukungannya bukan dalam bentuk pungutan baru. Pelaku pariwisata membeli sesuai kebutuhan mereka. Misalnya hotel membutuhkan media tanam untuk taman atau penghijauan, maka bisa membeli produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik TPA Temesi,” jelasnya.

Desa Temesi juga berharap transaksi pembelian tersebut dapat tercatat secara resmi. Pencatatan melalui nota atau dokumen transaksi yang sah.

Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menjadi solusi lingkungan. Tetapi juga dapat menciptakan sebuah rantai ekonomi sirkular. Tempat di mana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai beban dapat diolah menjadi material yang memiliki nilai guna.

Sinergi Pengelolaan Pajak Dan Kesiapan BUMDes Temesi Sebagai Offtaker

Dalam gagasan yang disampaikan Desa Temesi, sinergi juga diharapkan terbangun. Sinergi dengan perangkat daerah yang menangani pendapatan daerah.

Desa Temesi mengusulkan agar mekanisme dukungan terhadap pelaku usaha pariwisata dapat dibahas. Dibahas bersama dengan perangkat daerah terkait. Termasuk dalam kaitannya dengan administrasi pembayaran pajak daerah.

“Misalnya pelaku pariwisata membeli tanah subur atau media tanam sesuai kebutuhannya dan memiliki nota pembelian. Mekanisme pencatatan dan pengakuannya tentu perlu dibahas bersama sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku. Artinya, kita ingin semua pihak bergerak dalam satu sistem, bukan bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Desa Temesi menekankan bahwa skema tersebut masih berupa usulan. Usulan yang membutuhkan pembahasan lintas sektor agar tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, pemerintah desa berharap persoalan ini dapat dibawa ke dalam forum rembuk bersama. Forum antara Pemerintah Kabupaten Gianyar, OPD terkait, pelaku pariwisata, desa, lembaga ekonomi desa serta pihak lainnya.

Di sisi lain, Desa Temesi menyatakan siap mengambil peran. Peran apabila Perumda Gianyar atau BUMD yang direncanakan belum siap menjadi pengelola program tersebut.

BUMDes Tri Angga Jaya dan BSI Temesi Bersemi disebut siap menjadi pihak yang membantu mengelola. Sekaligus menjadi offtaker hasil pengolahan. Tentunya dengan dukungan pemerintah dalam hal pembiayaan, sarana, peralatan dan pendampingan teknis.

“Kalau Perumda Gianyar belum mampu atau belum siap, kami dari BUMDes Temesi maupun BSI Temesi siap menjadi offtaker. Tentu perlu ada dukungan dan perhitungan yang jelas dari pemerintah. Kami siap duduk bersama membahas bagaimana skema yang paling tepat,” tegasnya.

Menurut Desa Temesi, dukungan tersebut dapat mencakup peralatan pengeringan, mesin pengayakan, alat pemindahan material. Serta fasilitas pengemasan, tenaga kerja, pendampingan teknis, hingga pengujian mutu.

Namun, sebelum produk dipasarkan dan dimanfaatkan secara luas, Desa Temesi menilai perlu dilakukan kajian. Kajian dan pengujian oleh instansi teknis maupun lembaga yang kompeten. Hal ini penting untuk memastikan material yang dihasilkan benar-benar aman dan sesuai peruntukannya.

Integrasi Lintas OPD Dan Harapan Langkah Konkret Penanganan Sampah

Pemerintah Desa Temesi menegaskan, gunungan sampah organik di TPA Temesi bukan semata-mata persoalan Desa Temesi. Melainkan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Gianyar.

Pemkab Gianyar diharapkan dapat mengintegrasikan program tersebut melalui kerja sama lintas OPD. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas PMD, Bappeda. Serta perangkat yang menangani pendapatan daerah, hingga Perumda/BUMD.

Pelaku usaha pariwisata juga diharapkan menjadi bagian penting. Bagian dalam menciptakan pasar pemanfaatan produk tersebut.

“Intinya kami ingin solusi. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri. Kalau memang ini dianggap sebagai salah satu solusi terbaik, mari kita duduk bersama, rembukkan, hitung kebutuhan dan biayanya, kemudian tentukan siapa melakukan apa,” kata pihak Desa Temesi.

Desa Temesi berharap langkah konkret dapat segera dilakukan. Langkah sebelum gunungan sampah semakin besar dan menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Masyarakat, menurut pemerintah desa, pada dasarnya telah menunjukkan komitmen. Komitmen melalui pemilahan sampah dari sumber. Kini, komitmen tersebut membutuhkan jawaban berupa sistem pengolahan yang mampu menyelesaikan sampah setelah dipilah.

“Harapan kami sederhana, masyarakat sudah mau memilah, pemerintah hadir mengolah, dunia usaha ikut memanfaatkan. Kalau semua bergerak bersama, sampah tidak lagi hanya menjadi beban, tetapi bisa menjadi bagian dari solusi lingkungan dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Shares: