GIANYAR, InsertBali – Program pelatihan tari yang baru berjalan di Desa Adat Silungan, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, menunjukkan capaian positif. Generasi muda yang sebelumnya mengikuti pembinaan seni kini tampil penuh rasa percaya diri. Mereka mengisi pementasan adat serangkaian upacara Piodalan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Silungan pada Minggu (28/6) malam.
Ratusan warga krama desa yang memadati area suci memberikan apresiasi tinggi. Pujian diberikan saat para penari cilik tersebut membawakan sejumlah tarian tradisional khas Bali di hadapan publik.
Pementasan seni ini diawali dengan sajian Tari Pendet secara massal. Penampilan kemudian dilanjutkan dengan Tari Panyembrama serta Tari Puspanjali. Agenda pementasan ditutup dengan apik lewat pertunjukan Tari Manuk Rawa.
Walaupun sebagian besar anak-anak baru pertama kali menari di depan masyarakat umum, mereka tidak canggung. Para penari cilik ini mampu membawakan setiap detail gerakan tari dengan penuh penghayatan.
Kehadiran para penari cilik ini membuat atmosfer piodalan terasa semakin khidmat dan semarak. Sorak rasa bangga dari orang tua berpadu dengan tepuk tangan meriah dari warga sekitar. Apresiasi tersebut mengiringi setiap sesi penampilan anak-anak yang telah menjalani latihan dengan tekun belakangan ini.
Bendesa Adat Silungan, Made Kardi, memberikan keterangannya pada Senin (29/6). Saat itu, ia didampingi oleh Sekretaris Desa Adat Silungan, Dewa Made Adi Wisma. Ia menyampaikan bahwa penampilan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan program desa. Pembinaan seni sejak usia dini terbukti mampu melahirkan generasi baru yang berani tampil sekaligus mencintai warisan leluhur.
“Ini menjadi awal yang sangat baik. Anak-anak tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar ngayah dan memahami nilai-nilai kebersamaan serta pelestarian budaya. Harapan kami, mereka terus berkembang dan kelak menjadi generasi penerus yang menjaga seni tradisi Bali,” ujarnya.
Keberlanjutan Program Pelatihan Tari Tradisional Setiap Akhir Pekan
Pihak prajuru desa menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Latihan rutin bakal digelar setiap akhir pekan serta memanfaatkan momentum hari libur sekolah.
Selain dipersiapkan untuk mengisi berbagai upacara keagamaan di lingkungan desa, anak-anak ini juga memiliki agenda lain. Mereka direncanakan tampil pada berbagai acara kebudayaan dan sektor pariwisata di wilayah Desa Lodtunduh.
Melalui keberadaan wadah pembinaan yang berkelanjutan ini, pihak Desa Adat Silungan menaruh harapan besar. Mereka ingin semakin banyak generasi muda yang tertarik mendalami seni tari maupun tabuh tradisional Bali. Dengan begitu, nilai-nilai budaya luhur, semangat ngayah, serta rasa menyama braya tetap lestari di tengah gempuran perkembangan zaman modern.


















