GIANYAR, InsertBali – Suara anak muda memiliki kekuatan ketika disertai pengetahuan, pertimbangan mandiri, dan keberanian berpartisipasi secara bertanggung jawab.
Pesan tersebut mengemuka dalam orasi pendidikan pemilih yang dibawakan dua Kader Literasi Bangun Demokrasi (KALIBRASI) KPU Kabupaten Gianyar di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Rabu (28/10/2026).
Ida Ayu Komang Ratih Trisna Dewi dari SMAN 1 Gianyar dan Dewa Ayu Diah Maheswari dari SMAN 1 Blahbatuh tampil membawakan materi “Suara Muda 2029: Dari Kekuatan Jumlah Menuju Partisipasi Berkualitas”.
Pemaparan berlangsung pada sesi akhir pengukuhan Ketua OSIS terpilih dan Kader KALIBRASI, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Di hadapan peserta kegiatan yang mencakup 58 Ketua OSIS terpilih dan 50 Kader KALIBRASI, keduanya mengajak pelajar melihat pemilihan Ketua OSIS sebagai ruang belajar demokrasi.
Pengalaman mempertimbangkan gagasan calon, menentukan pilihan, dan menghargai hasil pemilihan menjadi bekal untuk berpartisipasi dalam pemilu ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.
Materi tersebut menyoroti besarnya potensi generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Namun, kekuatan jumlah perlu diikuti kemampuan memahami informasi, menentukan pilihan secara mandiri, serta mengambil peran dalam lingkungan sosial.
“Jumlah yang besar adalah potensi strategis, tetapi tidak berarti seluruh anak muda memiliki pilihan dan pandangan politik yang sama,” demikian pesan yang disampaikan oleh orator dari KALIBRASI.
Empat Peran Generasi Muda dan Rumus AWAS
Kedua kader memperkenalkan empat peran yang dapat dijalankan generasi muda. Yakni menjadi pemilih yang bertanggung jawab, penyebar literasi, penjaga integritas, dan warga yang aktif.
Peran tersebut dapat diwujudkan dengan membantu teman dan keluarga memahami proses pemilu, menolak hoaks dan politik uang, serta terlibat dalam kegiatan masyarakat.
Pemaparan juga menghubungkan partisipasi demokratis dengan kehidupan sehari-hari. Keputusan lembaga yang dipilih melalui pemilu berkaitan erat dengan pendidikan, kesempatan kerja, lingkungan, akses teknologi, dan pelayanan publik.
Oleh karena itu, para pelajar diajak memahami arti pilihannya dan membangun kepedulian terhadap persoalan bersama.
Untuk menghadapi tantangan sebagai pemilih pemula, kedua kader menyampaikan empat bekal melalui singkatan AWAS:
Amati rekam jejak calon.
Waspadai hoaks dan politik uang.
Analisis visi, misi, dan program.
Suarakan hak pilih dengan bijak.
Waspada Manipulasi AI dan Praktik Pendidikan Sebaya
Pelajar juga diajak mewaspadai manipulasi informasi digital, termasuk penggunaan video atau suara berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dapat menyesatkan.
Memeriksa fakta, memahami konteks, dan menyampaikan pendapat secara jujur serta objektif menjadi bagian penting dari aspirasi yang kritis dan bertanggung jawab.
Melalui materi tersebut, OSIS dan KALIBRASI diperkenalkan sebagai ruang pembelajaran yang saling melengkapi. Pemilihan OSIS memberikan pengalaman mempraktikkan demokrasi. Sedangkan KALIBRASI menjadi wadah untuk belajar, berdiskusi, memeriksa fakta, dan berbagi informasi kepemiluan secara netral kepada teman sebaya.
Penampilan kedua kader menjadi bentuk nyata praktik pendidikan sebaya (peer education) dalam program binaan KPU Kabupaten Gianyar. Pelajar mengambil peran sebagai penyampai pesan demokrasi dengan bahasa dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan rekan-rekannya.
Pemaparan ditutup dengan ajakan untuk mulai berkontribusi dari lingkungan terdekat melalui belajar, berdialog dengan santun, dan berbagi informasi yang akurat. Pesan penutup dalam materi menegaskan semangat yaitu untuk berpikir kritis, memilih bijak, dan berpartisipasi demi masa depan Indonesia.



















