BULELENG – Semangat menyama braya atau kebersamaan dan kekeluargaan menjadi landasan penguatan sinergi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bappeda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bappeda se-Bali di Handara Golf & Resort Bali, Pancasari, Buleleng, Kamis (8/10/2026).
Rapat koordinasi yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025–2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta dari Bappeda Provinsi Bali dan Bappeda kabupaten/kota se-Bali. Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.
Ika Putra menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen perencanaan. Koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, filosofi menyama braya perlu menjadi semangat bersama dalam menjalankan pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Nilai tersebut juga penting untuk memperkuat hubungan kerja pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Sinkronisasi Program Nasional dan Daerah
Ika Putra mengibaratkan Bappeda sebagai bagian dari sistem besar pemerintahan yang terdiri atas berbagai subsistem yang saling mendukung. Karena itu, sinergi Bappeda provinsi dan kabupaten/kota diperlukan untuk membangun sistem perencanaan yang kuat dan terintegrasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi berkelanjutan dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Hubungan kerja yang baik diperlukan agar pemerintah daerah memperoleh informasi strategis dan memahami arah kebijakan nasional.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat merespons dinamika pembangunan secara lebih cepat dan tepat.
Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan Asta Cita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Penyelarasan dilakukan melalui sinkronisasi RPJMN dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Perencanaan terpadu diharapkan membuat pelaksanaan program pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Jembrana Raih Peringkat Pertama Penghargaan Pembangunan Daerah
Rapat koordinasi Bappeda se-Bali juga dirangkaikan dengan penganugerahan Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat kabupaten/kota Provinsi Bali.
Kabupaten Jembrana meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Gianyar pada peringkat kedua dan Kabupaten Klungkung pada peringkat ketiga.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus instrumen evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah.
Penilaian ini juga mendorong pemerintah kabupaten/kota mengembangkan inovasi sesuai karakteristik, potensi, kapasitas, dan tantangan wilayah masing-masing.
Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kehadiran narasumber dari kementerian dan lembaga diharapkan memperkuat pemahaman peserta terhadap arah kebijakan pembangunan nasional. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi isu strategis pembangunan.
Ika Putra mengajak seluruh jajaran Bappeda se-Bali terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi. Setiap kebijakan dan program pembangunan perlu dilaksanakan secara selaras, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan semangat menyama braya, sinergi pembangunan diharapkan tidak berhenti pada penyelarasan dokumen perencanaan. Kolaborasi tersebut perlu diwujudkan melalui program dan kebijakan yang saling mendukung, sesuai kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan nasional maupun daerah.



















