KLUNGKUNG, InsertBali – PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat mencari solusi atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida dalam beberapa waktu terakhir. Upaya ini dilakukan menyusul kerusakan mesin pembangkit utama yang masih dalam proses perbaikan dan berdampak pada keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Bupati Klungkung, I Made Satria, berkoordinasi langsung dengan Manager PLN UP3 Bali Timur, I Made Arya, beserta jajaran di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Senin (12/10) malam. Pertemuan tersebut membahas kondisi kelistrikan di Nusa Penida. Sekaligus langkah-langkah percepatan untuk memulihkan pasokan listrik agar kebutuhan masyarakat, aktivitas usaha, serta sektor pariwisata dapat kembali berjalan dengan lebih optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Klungkung meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang terbuka dan mudah diakses. Khususnya mengenai jadwal pemadaman, proses pemeliharaan, serta perkembangan perbaikan mesin pembangkit.
“Permasalahan kelistrikan di Nusa Penida perlu segera ditangani agar aktivitas masyarakat dan perekonomian tidak terganggu berkepanjangan. Kami meminta PLN terus mengupayakan solusi terbaik, baik untuk pemulihan dalam waktu dekat maupun penyelesaian jangka panjang. Kami juga berharap informasi terkait pemadaman bergilir dan pemeliharaan mesin pembangkit dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan kanal media Pemerintah Kabupaten Klungkung agar informasi yang diterima masyarakat jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar I Made Satria.
Langkah Penanganan Sementara dengan Mesin 2,2 MW
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN UP3 Bali Timur, I Made Arya, menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan langkah penanganan melalui penambahan mesin pembangkit sementara. Untuk menopang kebutuhan listrik selama mesin utama menjalani perbaikan. Mesin cadangan berkapasitas sekitar 2,2 megawatt (MW) telah didatangkan dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Untuk proses persiapan hingga dapat dioperasikan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi pasokan listrik di Nusa Penida secara bertahap. Sekaligus mengurangi dampak pemadaman bergilir yang terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
“PLN terus mengupayakan langkah percepatan untuk mengatasi kondisi kelistrikan di Nusa Penida. Sebagai solusi sementara, mesin pembangkit berkapasitas sekitar 2,2 MW telah didatangkan. Dan saat ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk persiapan hingga siap dioperasikan. Kami berharap upaya ini dapat membantu memulihkan pasokan listrik dan mengurangi pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat,” ujar I Made Arya.
Rencana Jangka Panjang Penambahan Pembangkit 5 MW
Selain penanganan sementara, PLN juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui rencana penambahan mesin pembangkit baru berkapasitas 5 MW yang dijadwalkan pada akhir November 2026. Upaya tersebut akan berjalan bersamaan dengan penyelesaian perbaikan mesin pembangkit yang mengalami kerusakan.
Penambahan kapasitas pembangkit dan pemulihan mesin yang ada diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan Nusa Penida. Sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik dan risiko pemadaman bergilir dapat ditekan.
PLN UP3 Bali Timur bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung akan terus berkoordinasi dalam penanganan kelistrikan, termasuk penyampaian perkembangan pemulihan kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik. Sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial, pelayanan publik, usaha, dan pariwisata di Nusa Penida.
Melalui langkah penanganan sementara dan rencana penguatan kapasitas pembangkit tersebut, PLN berkomitmen untuk terus mengupayakan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Nusa Penida. Serta meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan secara berkelanjutan.



















