DENPASAR — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali secara kumulatif hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 4,6 juta kunjungan.
Capaian tersebut tercatat sedikit menurun sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali tetap melihat perkembangan tersebut sebagai sinyal positif di tengah dinamika pariwisata global.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya menyatakan optimisme kunjungan wisman dapat terus meningkat hingga akhir 2026.
Pemprov Bali bahkan menargetkan kunjungan wisman dapat menembus 7 juta kunjungan sepanjang tahun ini.
Target Renstra 6,625 Juta Wisman
Selain target optimistis 7 juta kunjungan, Bali memiliki target formal dalam Rencana Strategis (Renstra) sebesar 6,625 juta wisman.
Dengan capaian sekitar 4,6 juta hingga Agustus, Bali masih membutuhkan tambahan sekitar 2 juta kunjungan.
Tambahan tersebut diperlukan dalam empat bulan terakhir 2026 untuk mencapai target Renstra.
Secara rata-rata, Bali membutuhkan sekitar 502 ribu kunjungan wisman setiap bulan.
Angka tersebut dinilai masih realistis untuk dikejar dengan mempertimbangkan pola kunjungan wisatawan ke Bali.
Pariwisata Bali Mulai Bergeser ke Quality Tourism
Di tengah upaya mengejar kunjungan wisatawan, pembangunan pariwisata Bali tidak lagi semata-mata berorientasi pada jumlah.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan pergeseran fokus menuju quality tourism atau pariwisata berkualitas.
Pendekatan tersebut juga diarahkan agar pariwisata berkembang secara berkelanjutan.
Kualitas pariwisata menjadi penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kebudayaan Bali.
Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan wisatawan diharapkan tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap berbagai aset budaya dan lingkungan Bali.
Australia Masih Menjadi Pasar Utama
Berdasarkan data kumulatif hingga Juli 2026, Australia masih menjadi negara penyumbang wisman terbesar ke Bali.
Australia berada di posisi pertama dalam daftar pasar utama wisman Bali.
Posisi berikutnya ditempati China dan India.
Komposisi pasar tersebut menunjukkan bahwa Bali tetap memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan dari berbagai negara.
Diversifikasi pasar menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata Bali.
Kejar Pertumbuhan dengan Menjaga Kualitas
Capaian 4,6 juta wisman hingga Agustus menjadi modal penting bagi Bali menghadapi empat bulan terakhir 2026.
Pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk mengejar target kunjungan hingga akhir tahun.
Namun, peningkatan jumlah wisatawan tetap perlu berjalan bersama dengan penguatan kualitas destinasi.
Pergeseran menuju quality tourism menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.
Pendekatan tersebut menempatkan lingkungan, budaya, dan manfaat ekonomi masyarakat sebagai bagian dari arah pembangunan pariwisata.
Bali diharapkan tidak hanya menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tinggi.
Bali juga diarahkan menjadi destinasi yang mampu memberikan pengalaman berkualitas dan berkelanjutan bagi wisatawan.


















