MATARAM, InsertBali – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban insiden terbakarnya kapal penumpang terus berlanjut. Pencarian di perairan Selat Lombok berlanjut hingga Kamis (13/8). Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima penumpang yang dilaporkan belum ditemukan.
Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar memperluas area pencarian. Pihaknya mengerahkan alat utama berupa KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju arah barat daya.
Selain penyisiran di permukaan air, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemapelan. Langkah yakni penyebarluasan informasi dan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian. Sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kapal yang menemukan korban di sekitar wilayah operasi.
Hingga Kamis (13/8), total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 212 orang. Rincian yakni 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas melalui Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar. Unsur lain yakni Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar.
Serta RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Pernyataan Kepala Kantor SAR Mataram Mengenai Instruksi Pemapelan
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, memberikan keterangannya. Ia mengatakan upaya pencarian dilakukan secara paralel melalui penyisiran menggunakan alat utama di permukaan air. Langkah dilakukan serta koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan kepada posko apabila menemukan korban,” tegas Muhamad Hariyadi.
Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Serta memperluas koordinasi dengan unsur pelayaran di sekitar perairan Selat Lombok.



















