KLUNGKUNG, InsertBali – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali memperkuat daya saing nelayan. Bupati I Made Satria menyerahkan bantuan sarana pascapanen berupa chest freezer.
Bantuan berasal dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Sabtu (18/7/2026).
Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun 2026 itu diserahkan langsung kepada 2 Kelompok Usaha Bersama nelayan. Kelompok yaitu KUB Putra Baruna di Dusun Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Kelompok kedua adalah KUB Bendega Saman Jaya di Dusun Kawan, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung.
Penyerahan dilakukan di Sekretariat KUB masing-masing. Penyerahan difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung.
Bupati yang akrab disapa Satria ini menegaskan, bantuan freezer bertujuan menjaga mutu hasil tangkapan. Hal ini ditujukan agar tidak cepat rusak dan terbuang sia-sia.
“Tujuan utamanya mengantisipasi ikan yang belum habis terjual. Dengan freezer, mutu ikan tetap terjaga sehingga nilai jualnya tidak turun saat dijual keesokan harinya. Saya harap bantuan ini dirawat baik-baik dan benar-benar meningkatkan produktivitas kelompok,” ujar Bupati Satria.
Penguatan Program Jaminan Sosial BPJS Serta Dorongan Pembentukan Koperasi Kelompok Nelayan
Selain sarana, Pemkab Klungkung juga menyiapkan penguatan jaminan sosial. Menyadari tingginya risiko pekerjaan di laut, pemerintah daerah tengah mematangkan program BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh nelayan.
“Kami ingin nelayan bekerja tenang. Karena itu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan menjadi prioritas,” tegasnya.
Satria juga mendorong pembentukan koperasi di setiap kelompok nelayan. Menurutnya, koperasi dapat mengonsolidasikan hasil tangkapan sekaligus memangkas rantai distribusi yang merugikan.
“Jika koperasi nelayan tumbuh, bukan hanya anggota yang sejahtera, tapi dampaknya juga ke masyarakat luas. Dinas Koperasi akan kami turunkan untuk memfasilitasi legalitas dan pembinaan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Ni Luh Made Ariyati, menambahkan hingga Juli 2026 sebanyak 932 nelayan Klungkung telah terdata. Mereka masuk skema fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya, seluruh nelayan tersebut juga telah terdaftar BPJS Kesehatan.
Para penerima bantuan menyambut positif. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan daerah. Terutama rencana perlindungan BPJS yang dinilai menjadi motivasi besar bagi nelayan untuk terus melaut dengan aman.



















