Korban Terseret Arus di Pantai Pererenan Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

Tim SAR gabungan menggunakan rubber boat dan drone thermal saat mencari korban terseret arus di Pantai Pererenan Badung.

BADUNG, InsertBali Upaya pencarian intensif tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan terhadap seorang remaja berinisial Made CJ (17). Pemuda tersebut diketahui merupakan warga asal Jalan Tibung Anyar, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Korban dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di kawasan Pantai Pererenan pada Sabtu (11/7/2026) sore sekitar pukul 17.40 Wita.

“Kita terima informasi pagi tadi Polair Polsek Kuta Utara, segera kita kerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Nyoman Sidakarya menjelaskan kronologi awal musibah tersebut. Peristiwa bermula saat korban bersama dua orang temannya memutuskan untuk mandi di Pantai Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung sekitar pukul 17.00 Wita.

Kondisi gelombang air laut yang cukup besar saat itu membuat korban mendadak terseret arus ke tengah. Beruntung, satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke pesisir pantai. Sementara satu teman lainnya sukses dievakuasi oleh petugas Balawista Pantai Pererenan yang berjaga.

“Tadi upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan telah dilakukan dengan mengerahkan satu unit rubber boat dilokasi kejadian. Namun gelombang yang cukup tinggi sedikit menyulitkan tim rescue menyisir area pantai,” imbuh Nyoman.

Pengerahan Armada Jetski dan Teknologi Drone Thermal Skala Luas

Untuk memperluas cakupan wilayah operasi, tim SAR gabungan turut menerjunkan satu unit jetski di lokasi. Metode pencarian juga dikembangkan melalui pemantauan jalur udara menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Fasilitas ini diterbangkan oleh tim gabungan bersama pihak keluarga korban.

“Untuk melaksanakan penyisiran dari udara tadi telah dikerahkan empat unit drone. satu unit drone thermal dari Basarnas sedangkam tiga lainnya dari keluarga korban. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran via udara jika sewaktu – waktu korban terlihat dan dapat segera dievakuasi oleh tim yang berada di laut,” tutupnya.

Proses operasi pencarian terjadwal untuk dilanjutkan kembali pada hari ini, Senin (13/7/2026) mulai pukul 06.00 Wita. Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur instansi dalam SAR gabungan.

Pihak yang terlibat di antaranya Satpolair Polres Badung, Balawista Pantai Munggu, dan Balawista Pantai Pererenan. Operasi juga diperkuat oleh Balawista Pantai Kuta, Babinsa Desa Munggu, Linmas Desa Munggu, serta pihak keluarga korban.

Shares: