Liburan Sekolah, Pelajar Ikuti Pelatihan Mekendang

Suasana para pelajar SD hingga SMA saat mengikuti pelatihan seni mekendang yang dibina oleh Dinas Kebudayaan di Balai Budaya Gianyar.

GIANYAR, InsertBali Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar menggencarkan pembinaan seni tradisi bagi generasi muda. Salah satunya melalui pelatihan seni mekendang yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (25/6). Kegiatan yang diikuti siswa SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB. Serta diikuti anggota sekaa dan sanggar seni se-Kabupaten Gianyar itu menjadi bagian dari upaya menjaga regenerasi seniman. Langkah ini sekaligus mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan positif.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengatakan pembinaan tidak hanya dilakukan sekali. Melainkan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Pelatihan mekendang berlangsung pada periode Juni hingga Juli 2026. Kemudian dilanjutkan pembinaan seni megender pada Agustus mendatang. Selain itu, Disbud Gianyar juga memberikan pembinaan pada bidang seni rupa dan cabang seni lainnya.

“Tujuannya memotivasi generasi muda Gianyar agar tetap mencintai dan melestarikan budaya, baik seni tabuh, tari maupun seni rupa. Kami ingin mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat. Sehingga anak-anak tetap belajar dan tidak terlalu terpengaruh penggunaan gadget,” ujar Adi Parbawa.

Pembinaan seni yang berkesinambungan merupakan bagian dari visi mewujudkan Gianyar sebagai Kabupaten Budaya. Bahkan, ke depan Disbud Gianyar berencana menggelar pentas kolosal mekendang massal dalam momentum-momentum tertentu. Kegiatan direncanakan seperti Pekan Budaya Gianyar. Para peserta saat ini dibekali pola-pola dasar permainan kendang. Materi diberikan sebagai fondasi sebelum tampil dalam pertunjukan berskala besar.

Kehadiran Maestro Karawitan dan Praktisi Seni Tabuh Bali

Pelatihan mekendang kali ini menghadirkan sejumlah seniman dan praktisi seni tabuh Bali yang telah dikenal luas. Di antaranya I Wayan Sudiarsa atau yang akrab disapa Pacet dari Peliatan, Ubud. Pacet dikenal sebagai maestro karawitan yang aktif mengembangkan berbagai karya seni tabuh. Ia juga menjadi motor penggerak Gamelan Suling Gita Semara Peliatan. Kiprahnya dalam pelestarian seni karawitan mendapat berbagai apresiasi dan penghargaan.

Selain itu hadir pula I Dewa Putu Berata, maestro gamelan asal Pengosekan, Ubud. Dewa Putu Berata merupakan pendiri sekaligus direktur kelompok gamelan Çudamani. Kelompok telah membawa seni Bali tampil di berbagai panggung internasional. Namanya dikenal sebagai komposer, pendidik, dan inovator seni gamelan Bali. Ia konsisten melakukan regenerasi seniman muda.

Sementara pelatih lainnya, Praptika Kamaliajaya alias Komang Rapika, turut memberikan materi teknik dasar. Ia memberikan penguatan karakter bermain kendang kepada para peserta. Kehadiran para pelatih dari berbagai latar belakang diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai seni tabuh Bali.

Adi Parbawa berharap melalui pembinaan yang terus berlanjut, lahir generasi penerus yang tidak hanya mahir memainkan instrumen tradisional. Tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kalau anak-anak terus diberikan ruang belajar dan berkreasi, budaya Bali akan tetap hidup dan berkembang. Regenerasi harus berjalan terus agar Gianyar tetap menjadi barometer seni dan budaya Bali,” tegasnya.

Shares: