GIANYAR, InsertBali — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Kabupaten Gianyar mengambil langkah taktis dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Mereka menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Gianyar untuk memperkuat upaya pencegahan. Sinergi ini diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada Selasa (19/5/2026).
Kegiatan pelatihan ini digelar secara hybrid. Jalannya acara diikuti oleh 290 peserta dari berbagai unsur penting. Mulai dari kalangan ASN, penyuluh agama, tenaga pendidik, hingga pegiat anti narkoba. Program ini ditujukan untuk mencetak agen perubahan baru menuju Gianyar Bersinar (Bersih Narkoba).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, mengatakan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelatihan kolaboratif tersebut. Kolaborasi antara BNNK Gianyar dan Kemenag Gianyar menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan penguatan karakter masyarakat.
Menurutnya, ancaman narkotika kini semakin kompleks dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan tokoh agama, pendidik, penyuluh, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun ketahanan moral dan spiritual.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Kementerian Agama dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, moderasi beragama, dan pembentukan karakter yang berlandaskan moral serta etika. Sementara BNNK Gianyar hadir sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bahaya narkoba. “Kita optimis akan lahir agen-agen perubahan yang mampu menjadi pelopor hidup sehat, bersih dari narkoba, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Soroti Potensi Kerawanan dan Aktivitas Laboratorium Narkoba
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Bali, Budi Sajidin, saat membuka kegiatan secara daring menegaskan bahwa penanganan narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektoral sebagaimana semangat Asta Cita Presiden RI. Ia menyebut Bali masih menjadi pasar besar peredaran narkotika dengan jaringan yang bergerak mulai dari tingkat lokal, antarprovinsi, hingga internasional. Bahkan, ditemukan indikasi laboratorium narkoba yang melibatkan ahli kimia dan aktivitas produksi narkotika di sejumlah vila di wilayah Gianyar.
Menurut data yang disampaikan BNN Provinsi Bali, kasus narkotika di Bali terus meningkat dan memerlukan perhatian serius. “As daerah tujuan pariwisata internasional, Bali dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap ancaman narkoba,” ujarnya.
Karena itu, BNN melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Berbagai langkah pencegahan terus diperkuat, mulai dari penyusunan pararem, penguatan kurikulum anti narkoba sejak dini, hingga program Ananda Bersinar sebagai upaya membangun generasi muda yang sehat dan bebas dari narkotika. Termasuk saat ini dilaksanakan diklat dengan menggandeng Kemenag Gianyar,” ujarnya.



















