Pemuda Jatuh ke Bendungan Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah pemuda asal Malang yang jatuh di Bendungan Mengwi Badung.

BADUNG, InsertBali — Sebuah musibah menimpa seorang pemuda di wilayah hukum Polsek Mengwi. Korban dilaporkan terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di sebuah Bendungan yang berlokasi di Banjar, Kecamatan Mengwi, Badung. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (17/4/2026) pagi. Dugaan sementara berdasarkan laporan yang diterima menyebutkan bahwa korban saat itu sedang berada dalam pengaruh minuman keras.

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi awal terkait kejadian tersebut pada pukul 04.00 WITA. Laporan disampaikan oleh personel Polsek Mengwi, Gede Artawan. Berdasarkan keterangan dari saksi mata di lokasi, diketahui estimasi waktu kejadian diperkirakan berlangsung pada pukul 02.00 WITA. Korban diketahui merupakan seorang laki-laki berinisial S yang berasal dari Malang, Jawa Timur.

Merespons laporan tersebut, sebanyak delapan orang personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera diberangkatkan ke lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dan mempersiapkan peralatan penyelamatan. Langkah awal difokuskan pada area di mana korban pertama kali terlihat sebelum hilang terseret arus atau tenggelam.

Penyisiran di Pintu Air dan Proses Penemuan Korban

Pada pukul 06.00 WITA, proses pencarian mulai diintensifkan dengan melibatkan penyelam profesional. Satu orang personel menggunakan kelengkapan selam melakukan pencarian secara mendalam di seputaran pintu air bendungan. Area ini memiliki ketinggian air berkisar antara 3 hingga 4 meter. Namun, hasil penyelaman awal di sekitar titik jatuh tersebut masih dinyatakan nihil.

Tim SAR gabungan kemudian memutuskan untuk memperluas area pencarian dengan melakukan penyisiran menuju arah hilir bendungan. Setelah melakukan penyisiran beberapa lama, tim akhirnya berhasil menemukan korban. Sayangnya, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tubuh korban terdeteksi berada di dasar perairan yang tidak terlalu dalam namun tertutup arus.

Gede Suastra, selaku koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, memberikan keterangan resmi mengenai titik penemuan. “Diperkirakan lokasi penemuan 10 sampai 15 meter dari lokasi terjatuh,” terangnya di lokasi kejadian. Posisi korban saat ditemukan berada pada kedalaman kira-kira setinggi paha orang dewasa dengan kondisi masih mengenakan pakaian lengkap.

Evakuasi Jenazah dan Sinergi Tim SAR Gabungan

Lokasi penemuan jenazah berjarak kurang lebih 15 meter dari posisi awal saat korban dilaporkan terjatuh. Setelah berhasil dievakuasi dari dasar bendungan, jenazah segera dibawa menuju daratan untuk dilakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah korban dibawa menuju RSUD Mangusadha Badung dengan menggunakan mobil Ambulans milik PMI Kabupaten Badung.

Operasi SAR yang berlangsung sejak pagi buta ini melibatkan koordinasi yang solid antar instansi terkait. Tercatat sebanyak delapan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terjun langsung ke lapangan. Tim ini dibantu oleh tiga orang personel dari Polres Badung, enam orang dari Polsek Mengwi, serta dua orang personel Polair Polres Badung.

Selain dari pihak kepolisian dan Basarnas, tiga orang petugas PMI Badung serta masyarakat setempat juga turut memberikan bantuan selama proses evakuasi. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar bendungan, terutama pada waktu malam hari.

Shares: