Sinergi Pemprov Bali dan OJK Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah

DENPASAR — Gubernur Bali, Koster mengapresiasi sinergi yang telah terjalin erat antara Pemprov Bali, OJK, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (14/4).

Dalam kesempatan itu, Koster menilai hubungan harmonis tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor perbankan sekaligus menjaga ekosistem ekonomi Bali tetap stabil.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Tetap Positif

Di tengah berbagai tantangan seperti kemacetan, persoalan sampah, hingga kampanye negatif di media sosial, Bali tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,05 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah wisatawan domestik dan internasional menembus lebih dari 16,3 juta kunjungan.

Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,82 persen dan menempatkannya sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik secara nasional. Capaian ini dinilai istimewa karena Bali tidak mengandalkan sumber daya tambang, melainkan bertumpu pada kekuatan sektor pariwisata dan budaya lokal.

Pariwisata Masih Jadi Andalan Utama

Pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi dominan terhadap perekonomian daerah. Selain itu, Bali juga memberikan sumbangan besar terhadap devisa pariwisata nasional, mempertegas posisinya sebagai destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.

Namun demikian, tingginya aktivitas pariwisata juga membawa konsekuensi terhadap berbagai aspek pembangunan. Permasalahan seperti kepadatan lalu lintas, tekanan terhadap infrastruktur, hingga isu lingkungan menjadi tantangan nyata yang perlu diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

OJK Perkuat Pengawasan dan Dukung UMKM

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Hermawan Bekti Sasongko, menilai Bali sebagai contoh daerah dengan pertumbuhan ekonomi kuat meskipun menghadapi tekanan akibat tingginya aktivitas ekonomi. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “problem of success”, yakni tantangan yang muncul sebagai dampak dari keberhasilan itu sendiri.

OJK berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan sekaligus mendorong profesionalisme lembaga keuangan di daerah. Dukungan terhadap UMKM juga menjadi fokus penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Bali.

Kepemimpinan Baru OJK Bali Diharapkan Perkuat Kolaborasi

Parjiman resmi menjabat sebagai Kepala OJK Provinsi Bali sejak Maret 2026, menggantikan Kristrianti Puji Rahayu. Ia diharapkan mampu melanjutkan kinerja positif yang telah dibangun sebelumnya sekaligus memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan, termasuk dalam penertiban lembaga keuangan ilegal.

Koster berharap kepemimpinan baru ini dapat semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor keuangan. Guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pelestarian Budaya Tetap Jadi Prioritas

Selain fokus pada ekonomi, Pemerintah Provinsi Bali juga tetap menaruh perhatian pada pelestarian budaya. Upaya menjaga tradisi lokal dinilai sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga identitas dan warisan leluhur.

Polsek Ubud Ungkap Dua Kasus Pencurian dalam Sepekan

Shares: