Badung – I Wayan Adi Arnawa menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu pada Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini digelar di Catus Pata Desa Adat Bualu sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948.
Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah, melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat, khususnya generasi muda.
Usung Tema Transformasi Masyarakat Pesisir
Perhelatan ini mengangkat tema “Dahaning Sira Parinama”, yang mencerminkan semangat transformasi masyarakat pesisir Desa Adat Bualu. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bali yang luhur.
Dorong Kreativitas Yowana dan Ekonomi Budaya
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti Dresta Lango memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas generasi muda atau yowana. Selain sebagai ajang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi berbasis budaya di Kabupaten Badung.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai karya seni yang ditampilkan, termasuk ogoh-ogoh yang menjadi simbol kreativitas dan ekspresi budaya anak muda Bali.
Dukungan melalui Badung Caka Fest
Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan kreativitas generasi muda melalui berbagai program, salah satunya Badung Caka Fest. Ajang ini menjadi wadah bagi yowana untuk menampilkan inovasi seni dan budaya. Bahkan dalam rangkaian kegiatan, disediakan hadiah bagi pemenang lomba ogoh-ogoh sebagai bentuk motivasi pelestarian seni tradisional.
Hadir Bersama Tokoh Daerah
Kehadiran Bupati Badung turut didampingi oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya I Gusti Anom Gumanti dan Rasniathi Adi Arnawa. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali, khususnya di wilayah Badung.
Bagian dari Rangkaian Nyepi Caka 1948
Dresta Lango dan Dharma Shanti XX ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan sehari setelah Nyepi, tepatnya pada hari Ngembak Geni. Momentum ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus refleksi yang diwujudkan melalui kegiatan budaya dan kebersamaan masyarakat.
Pemprov Bali Gerak Cepat Tangani Banjir Bandang Buleleng, DPRD Beri Apresiasi dan Dukungan Penuh



















