BIRF 2026 Digelar 10–15 Maret di Singaraja, Usung Tema “Harmony in Culture, Strength in Diversity”

Singaraja, Insert BaliBuleleng International Rhythm Festival 2026 (BIRF) resmi dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Maret 2026. Festival budaya berskala internasional ini menghadirkan kolaborasi seni lintas negara dengan mengusung tema “Harmony in Culture, Strength in Diversity.”

Kegiatan ini mendapat dukungan dari UNESCO dan IOV Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Bali Utara sebagai pusat pertukaran budaya dunia.

Jadwal Lengkap BIRF 2026

Selama enam hari pelaksanaan, BIRF 2026 akan diisi berbagai agenda seni dan budaya yang melibatkan delegasi internasional dari sedikitnya 6–8 negara, termasuk Ukraina serta sejumlah negara Eropa dan Asia.

10 Maret 2026

  • Pembukaan resmi festival

  • Penyambutan delegasi internasional

 11 Maret 2026

  • Pagelaran Seni di Gedung Kesenian Gede Manik

13 Maret 2026

  • Parade Budaya di Puri Kanginan Buleleng (mulai pukul 16.30 WITA)

  • Pagelaran Seni Malam di RTH Taman Bung Karno Singaraja (18.00–21.00 WITA)

10–15 Maret 2026

  • Workshop budaya di berbagai sekolah dan kampus, termasuk Universitas Pendidikan Ganesha dan SMA Negeri 1 Singaraja

Lokasi Ikonik di Kota Singaraja

Pelaksanaan BIRF 2026 tersebar di sejumlah titik strategis dan bersejarah di Kota Singaraja, antara lain:

  • Gedung Kesenian Gede Manik – pusat pertunjukan utama

  • RTH Taman Bung Karno Singaraja – panggung terbuka untuk pertunjukan malam

  • Puri Kanginan Buleleng – lokasi bersejarah untuk parade budaya

Pemilihan lokasi ini tidak hanya mendukung kelancaran acara, tetapi juga memperkenalkan kekayaan sejarah dan ruang publik Singaraja kepada delegasi internasional.

Misi Budaya dan Wisata Edukasi Bali Utara

Festival ini bertujuan untuk:

  • Memperkuat identitas Bali Utara sebagai pusat budaya dunia

  • Mendorong wisata berbasis edukasi dan konservasi

  • Memperluas jejaring budaya internasional

  • Memberikan ruang kolaborasi bagi seniman lokal dan mancanegara

Dengan konsep harmoni dalam keberagaman, BIRF 2026 diharapkan menjadi ajang diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa melalui seni dan tradisi.

Momentum Kebangkitan Pariwisata Budaya

Penyelenggaraan BIRF 2026 menjadi momentum penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif di Buleleng. Kehadiran delegasi internasional serta rangkaian pertunjukan dan workshop diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Festival ini sekaligus memperkuat posisi Singaraja sebagai destinasi alternatif yang kaya sejarah, budaya, dan nilai edukatif di luar kawasan Bali Selatan.

Johnny Jansen Tertekan, Suporter Desak Mundur dari Kursi Pelatih Bali United

Shares: