GIANYAR, InsertBali — Keberadaan anjing liar yang semakin meningkat di kawasan Pantai Lebih menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa dan masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi keselamatan warga serta citra Pantai Lebih sebagai destinasi kuliner unggulan di Kabupaten Gianyar. Guna menyikapi hal tersebut, Pemerintah Desa Lebih meluncurkan gerakan “Pantai Indah, Desa Sehat: Desa Lebih Bergerak Menjadi Desa Siaga Rabies” pada Jumat (8/5/2026).
Langkah ini memperkuat edukasi serta penanganan rabies secara terpadu dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tim kesehatan hewan. Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, menegaskan bahwa penanganan rabies memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Beliau berharap Desa Lebih mampu menjadi desa yang aktif, tanggap, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman rabies.
Agus Muliana menjelaskan bahwa populasi anjing liar di kawasan pantai harus ditangani secara humanis, terukur, dan sesuai aturan yang berlaku. Edukasi mengenai pentingnya vaksinasi, sterilisasi, serta larangan membuang anjing sembarangan terus digencarkan kepada warga.
“Pantai Lebih adalah wajah desa dan wajah pariwisata kita. Kebersihan, keamanan, dan kesehatan lingkungan harus dijaga bersama. Jangan sampai wisatawan merasa takut akibat banyaknya anjing liar yang berkeliaran tanpa pengawasan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD Desa Lebih, I Wayan Wijaya, mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, persoalan anjing liar adalah tanggung jawab bersama antara pemilik hewan, masyarakat, desa adat, hingga pemerintah daerah. Jika dibiarkan, masalah ini bisa menjadi ancaman kesehatan sekaligus mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Gianyar.
Edukasi Kunci Utama Keselamatan dan Ketertiban
Dokter Hewan asal Banjar Kesian, I Nyoman Arya Dharma, menilai rabies menyangkut keselamatan manusia dan masa depan pariwisata desa. Ia menekankan bahwa penanganan harus dilakukan secara ilmiah dan berkesinambungan melalui kolaborasi semua komponen masyarakat. “Edukasi menjadi kunci utama. Masyarakat perlu memahami bahwa vaksinasi rabies secara rutin, sterilisasi, serta pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab merupakan bentuk kepedulian terhadap desa sendiri,” jelasnya.
Gerakan Desa Siaga Rabies ini diharapkan mampu mendorong pelaksanaan vaksinasi massal secara rutin dan pendataan anjing peliharaan. Selain itu, program sterilisasi akan digalakkan untuk menekan populasi anjing liar. Melalui langkah-langkah terpadu ini, citra Pantai Lebih diharapkan tetap terjaga sebagai destinasi wisata yang aman, bersih, sehat, dan nyaman bagi siapa saja.



















