Perkuat Keamanan Wisata, Pemerintah Kabupaten Bangli Dorong Pelaku Usaha Berbasis Risiko Optimalkan Layanan Labkesmas

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar memberikan arahan dalam Forum Konsultasi Publik terkait Layanan Labkesmas Bangli.

BANGLI, InsertBali — Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat standar kesehatan di sektor pariwisata dan usaha berbasis risiko. Hal ini ditegaskan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Gedung Bukti Mukthi Bakthi, Kantor Bupati Bangli, Selasa (24/2/2026). Forum ini bertema “Optimalisasi Pelayanan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dalam Upaya Menjaga Standar Kesehatan pada Pelaku Usaha Berbasis Risiko”.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar. Turut hadir pula jajaran Forkopimda dan puluhan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana, menjelaskan bahwa fungsi laboratorium kesehatan (Labkesmas) kini telah bertransformasi. Tidak hanya melayani pemeriksaan orang sakit, Layanan Labkesmas Bangli kini menjadi garda terdepan dalam pengawasan lingkungan dan keamanan pangan. Saat ini tercatat ada 68 pelaku usaha berbasis risiko di Bangli yang menjadi perhatian utama.

“Fungsi laboratorium kami kedepankan sebagai aspek preventif (pencegahan) agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di tempat usaha maupun destinasi wisata,” ujar Dewa Gede Oka.

Ia menambahkan, hasil laboratorium bukan sarana untuk menghakimi, melainkan instrumen intervensi dini. Fasilitas Layanan Labkesmas Bangli saat ini diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Provinsi Bali. Keunggulan tersebut mencakup baik dari segi infrastruktur maupun peralatan medis yang tersedia.

Standar Higienitas sebagai Jaminan Wisatawan

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis ini. Menurutnya, kepercayaan wisatawan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan keindahan visual. Wisatawan kini lebih menekankan pada rasa aman dan standar higienitas yang jelas.

“Wisatawan ingin memastikan bahwa apa yang mereka makan dan tempat mereka menginap memenuhi standar kesehatan ketat. Sektor pangan dan akomodasi adalah usaha berbasis risiko yang bersentuhan langsung dengan keselamatan manusia,” tegas Wayan Diar.

Wabup juga menekankan pentingnya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan bagi konsumen. Ia memaparkan tiga alasan utama mengapa pelaku usaha harus memilih Layanan Labkesmas Bangli. Pertama adalah Akurasi & Standar Nasional, di mana Labkesmas telah terakreditasi untuk pengujian kualitas air hingga klinis.

Kedua adalah Kepastian Hukum, karena hasil uji Labkesmas Bangli merupakan rujukan utama dalam penerbitan SLHS. Ketiga adalah Sinergi Ekonomi Lokal untuk memperkuat ekosistem pembangunan Bangli yang lebih mandiri.

“Saya ingin Bangli dikenal sebagai barometer pariwisata: Indah dipandang, Aman dikunjungi, dan Unggul secara Higienis,” tambahnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan dokumen kesepakatan oleh Pemerintah Daerah, Kejaksaan Negeri, dan peserta FKP. Forum ini juga diisi dengan berbagai paparan kebijakan perizinan, pendampingan kepatuhan hukum, hingga teknis baku mutu air demi menjaga ekosistem usaha yang sehat.

Shares: