Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam di Loloan Pantai Gumicik Gianyar

Bocah Tenggelam di loloan Pantai Gumicik Meninggal

GIANYAR, InsertBali – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Wah Juna meninggal dunia setelah terseret ombak saat bermain di aliran sungai (loloan) Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Minggu (8/2) sekitar pukul 15.00 Wita.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban berinisial WJ datang ke pantai bersama tiga rekannya untuk mandi di loloan. Mereka diketahui kerap bermain di lokasi tersebut setiap Minggu sore karena biasanya kondisi ombak relatif bersahabat.

Salah seorang teman korban, A (12), mengaku sempat memperingatkan agar korban tidak berenang ke bagian dalam karena arus cukup kuat dan air mulai pasang. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Saya sudah bilang jangan ke dalam, namun dia tidak mau. Saya tanya, ‘Jun aman nggak?’ dia jawab aman, kemudian langsung loncat,” ujar A.

Menurut keterangan temannya, korban sebenarnya tidak bisa berenang. Awalnya korban hanya bermain di area dangkal di sekitar loloan. Namun tiba-tiba datang ombak besar dari arah laut yang langsung menyeret tubuh korban ke aliran sungai yang lebih dalam.

“Setelah itu tidak kelihatan lagi,” kata A.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik dan berteriak meminta pertolongan. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya melakukan pencarian dengan menyelam, namun kedalaman sungai membuat korban belum berhasil ditemukan.

Sementara itu, teman korban bergegas pulang menggunakan sepeda untuk memberi tahu keluarga serta warga sekitar. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gianyar.

Korban Tenggelam di Pantai Gumicik ditemukan meninggal

Petugas gabungan dari Balawista, BPBD Gianyar, dan Satuan Polisi Air (Polair) Polres Gianyar segera diterjunkan ke lokasi setelah laporan diterima. Tim melakukan penyisiran di area pantai gumicik hingga muara sungai, titik terakhir korban terlihat.

Proses pencarian sempat terkendala karena kedalaman sungai yang diperkirakan mencapai lebih dari empat meter serta arus yang cukup kuat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan korban akhirnya ditemukan di area rumpun bambu di muara sungai setelah dilakukan pencarian intensif.

“Korban sudah meninggal dunia, korban mengalami henti napas dan jantung,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju rumah sakit menggunakan ambulans.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di kawasan pantai maupun aliran sungai, terutama ketika kondisi air pasang dan arus sedang kuat.

Shares: