KUTA, InsertBali – Dua orang bocah dilaporkan terseret arus di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Musibah tersebut terjadi saat mereka sedang asyik bermain bola pada Minggu sore, sekitar pukul 18.05 Wita. Sesaat sebelum kejadian nahas itu berlangsung, kedua korban sedang bermain bola di bibir pantai. Dalam permainan tersebut, beberapa kali bola mereka terlempar ke laut. Namun malang, saat sedang berusaha mengambil bola, korban justru terseret ombak besar dan langsung menghilang.
Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar baru menerima informasi mengenai kejadian ini pada pukul 18.50 Wita. Berdasarkan data yang dihimpun, identitas kedua korban diketahui berinisial AA (13) dan NAS (8). Keduanya merupakan warga yang bertempat tinggal di Jalan Mataram, Kuta.
Pada malam kejadian, pihak Basarnas langsung memberangkatkan 6 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menuju lokasi. Upaya pencarian kemarin malam sempat terkendala oleh kondisi jarak pandang yang sangat terbatas.
Akibat kendala tersebut, tim SAR gabungan melakukan operasi dengan cara menyisir sepanjang bibir pantai. Hingga malam larut sekitar pukul 22.00 Wita, hasil proses pencarian terhadap kedua korban masih nihil.
Pagi ini, tim rescue kembali menggerakkan SRU darat dan SRU laut dengan menurunkan 1 unit rubber boat. Sementara itu, petugas Balawista Kuta juga ikut melakukan penyisiran di perairan menggunakan 1 unit jetski.
Untuk pergerakan di pesisir, SRU darat melakukan penyisiran ke arah selatan dengan radius sejauh kurang lebih 1 kilometer. Rencana operasi SAR hari kedua ini akan memfokuskan penyisiran di seputar lokasi kejadian. Area pencarian diperluas seluas 3 NM² oleh SRU laut.
Sejumlah unsur SAR ikut terlibat aktif selama berlangsungnya operasi pencarian ini. Di antaranya adalah Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta, Polairud Polresta Denpasar, Babinpotmar, Balawista Kuta, Banser, BRC, pihak keluarga, serta masyarakat setempat.



















