Terima Peserta Studi Lapangan PKA Provinsi Bali, Bupati Satria Paparkan Inovasi Pariwisata dan Pengelolaan Sampah Klungkung

Bupati Klungkung I Made Satria saat menyampaikan paparan inovasi daerah di hadapan peserta Studi Lapangan PKA Provinsi Bali di Ruang Praja Mandala.

KLUNGKUNG, InsertBali Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima rombongan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Provinsi Bali Tahun 2026. Penerimaan bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (22/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali. Apresiasi diberikan atas dipercayanya Kabupaten Klungkung sebagai lokasi locus studi lapangan bagi para pejabat administrator.

“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk dapat berbagi pengalaman, capaian prestasi, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam upaya memajukan Kabupaten Klungkung,” ujar Satria.

Satria memaparkan gambaran umum Kabupaten Klungkung yang memiliki luas wilayah 315 km² (5,45% dari luas Provinsi Bali). Wilayah terbagi menjadi empat kecamatan dengan total 59 desa, serta jumlah penduduk sekitar 224,45 ribu jiwa pada tahun 2025.

Perkembangan pembangunan manusia di Klungkung menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat dari 72,98 pada tahun 2021 hingga mencapai 75,89 pada tahun 2025.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan studi lapangan kali ini berfokus pada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis di Kabupaten Klungkung. Kedua OPD yakni Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP).

Deretan Inovasi Unggulan Klungkung

Beberapa inovasi unggulan yang dipaparkan di hadapan peserta pelatihan meliputi:

  1. Inovasi OGOD (One Gate One Destination): Sistem pengelolaan destinasi wisata terpadu satu pintu yang diterapkan Dinas Pariwisata Klungkung di kawasan Kepulauan Nusa Penida (seperti DTW Kelingking, Broken Beach, Angel’s Billabong/Devil’s Tears, dan Pantai Segara Penida/Crystal Bay). Inovasi ini bertujuan mewujudkan tata kelola pariwisata yang tertib, transparan, akuntabel, serta mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

  2. Inovasi TOSS Center Karangdadi Kusamba: Program unggulan DLHP Klungkung dalam penanganan sampah secara holistik dari sumber hingga pengolahan. Pemerintah Kabupaten Klungkung kini juga menghadirkan mesin pirolisis (teknologi pengolahan sampah modern tanpa asap berteknologi ramah lingkungan dari Kepulauan Cook). Dengan sistem pemanasan suhu tinggi tanpa pembakaran, emisi yang dihasilkan berupa uap air. Ke depan, kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai 168 ton hingga target kumulatif 400 ton per hari, sekaligus mentransformasi TOSS Center menjadi objek wisata edukasi (eduwisata) yang asri dan produktif.

Capaian Prestasi Nasional Dan Harapan Kesempurnaan Pelayanan Publik Klungkung

Berkat keberlanjutan berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Klungkung berhasil meraih serangkaian penghargaan tingkat nasional. Di antaranya predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2024.

Penghargaan lain meliputi Implementasi RB Tematik Terbaik 2024, Peringkat Terbaik Pertama Nasional Kinerja Surveilans AFP dan Discarded Campak Rubella 2025. Klungkung juga meraih National Governance Awards (NGA) 2026 atas keberhasilan menekan angka stunting secara impresif dari 5,2% pada tahun 2024 menjadi 3,15% pada Maret 2026.

Bupati Satria berharap melalui kegiatan studi lapangan ini, para peserta dapat memperoleh inspirasi dan wawasan baru. Wawasan berguna untuk mengembangkan kepemimpinan yang efektif dan inovatif di instansi masing-masing. Langkah sekaligus memberikan masukan masif demi penyempurnaan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Klungkung.

Shares: