Sempat Batuk – Batuk dan Terkena Arus Laut, WNA Malaysia Meninggal Dunia Usai Diving di Laut Crystal Bay

Sempat Batuk - Batuk dan Terkena Arus Laut, WNA Malaysia Meninggal Dunia Usai Diving di Laut Crystal Bay

KLUNGKUNG, InsertBali Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Malaysia ditemukan dalam keadaan meninggal pada saat melakukan aktivitas penyelaman/diving di Perairan Crystal Bay. Lokasi di Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida.

Peristiwa itu terjadi pada, Rabu, 16 September 2026 sekira Pukul 11.10 WITA. Korban bernama Siti Nuraini Binti Rusidi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari sumber Humas Polres Klungkung pada, 16 September 2026 malam.

Peristiwa itu terjadi bermula korban bersama Saksi 1, Eugenius Francisco Ray warga asal Jakarta yang juga menjadi guide. Serta Saksi 2, Richard Pontoh warga Kabupaten Bitung yang menjadi Captain Boat. Dan tiga orang lainnya melakukan penyelaman/diving di dua lokasi perairan Nusa Penida.

Saat tiba di lokasi pertama, Manta Bay, Saksi 1 melihat korban batuk-batuk. Serta menanyakan kesehatannya sebelum menyelam.

Namun Korban menyatakan mampu mengikuti kegiatan, sehingga penyelaman dilakukan dan berjalan lancar. Setelah selesai di Manta Bay, rombongan melanjutkan ke lokasi kedua, Crystal Bay.

Sekitar Pukul 11.00 WITA Saksi 1, Saksi 2 dan korban bersama rombongan sampai di lokasi kedua di Crystal Bay.

Saat itu, saksi 1 kembali menanyakan apakah korban ikut menyelam atau menunggu di boat. Korban menyatakan tetap ikut menyelam.

Atas jawaban tersebut Saksi 1, korban, dan tiga orang lainnya kemudian menyelam di Crystal Bay. Mereka sempat terkena arus cukup kencang, namun masih bertahan.

Kemunculan Arus Kuat Dan Upaya Pertolongan Di Permukaan Laut

Lalu muncul arus kedua yang lebih kuat, menyebabkan tiga orang lainnya terbawa arus. Kemudian Saksi 1 menyuruh korban tetap di tempat. Dan saksi 1 bergerak mencari ketiga orang tersebut.

Setelah arus mereda, Saksi 1 bersama ketiga orang lainnya mencari korban. Serta melihat korban sedang menyelam bersama rombongan Saksi 3, Wando Salone warga asal Manado yang berprofesi sebagai guide.

Kemudian saat itu, Saksi 3 melihat korban memberi isyarat kehabisan oksigen dan tampak panik. Hingga melepaskan alat pernapasannya.

Sehingga Saksi 3 memberikan alat pernapasan miliknya dan awalnya di tepis oleh korban. Namun Saksi 3 tetap memastikan alat terpasang pada korban lalu mengajaknya naik ke permukaan. Sesampainya di permukaan saksi 3 mengajak korban ke Boat.

Sesampainya di Boat Saksi 2 dan Saksi 3 melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut. Namun korban masih merespons.

Dengan cepat Saksi 2 segera membawa korban ke Dive Concepts Lembongan untuk dibawa ke Klinik Nusa Medika. Sedangkan Saksi 3 kembali menyelam, karena rombongannya masih beraktivitas.

Pemeriksaan Medis Klinik Nusa Medika Dan Penanganan Polsek Nusa Penida

Saat dijemput pihak Klinik Nusa Medika, korban sudah tidak merespons. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari Crystal Bay menuju Dive Concepts Lembongan.

Atas kondisi itu, saat ini jenazah korban sudah di berangkatkan pada Pukul 17.00 WITA.

Pemberangkatan menggunakan boat dari Dive Concepts Lembongan dari Pelabuhan Syahbandar Desa Jungutbatu. Tujuan menuju ke Pelabuhan Sanur dan selanjutnya menuju ke Rumah Sakit Bali Mandara.

Berdasarkan keterangan tim Nusa Medika, diduga kuat korban meninggal dunia akibat henti nafas.

Namun penyebab kematian yang pasti belum dapat ditentukan. Sementara itu, dari pihak keluarga akan melakukan tindakan otopsi. Terkait kejadian ini masih di tangani oleh Unit Reskrim Polsek Nusa Penida.

Shares: