KLUNGKUNG, InsertBali — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung melaksanakan bhakti pengayar sebagai wujud syukur dan penghormatan spiritual. Kegiatan ini dilaksanakan serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Karangasem. Selain itu, nganyarin juga digelar dalam rangka Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bangli, pada Kamis (9/4/2026).
Bhakti pengayar ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ny. Eva Satria. Hadir pula Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut adalah Sekda Anak Agung Lesmana, jajaran DPRD Klungkung, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.
Prosesi nganyarin diawali dengan persembahyangan bersama yang berlangsung dengan sangat khidmat. Selain melakukan persembahyangan, Bupati I Made Satria juga menyerahkan punia secara langsung. Hal ini merupakan wujud dukungan nyata dari pemerintah daerah terhadap kelancaran karya agung yang sedang berlangsung di kedua pura kahyangan jagat tersebut.
Puncak pujawali sendiri diketahui sudah berlangsung pada tanggal 2 April yang lalu. Waktu tersebut bertepatan dengan Rahina Purnama Kedasa yang menjadi momentum penting bagi umat Hindu di Bali. Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih direncanakan nyejer selama 21 hari hingga upacara penyineban pada tanggal 23 April 2026 mendatang.
Sementara itu, rangkaian upacara di Pura Ulun Danu Batur berlangsung dengan durasi yang berbeda. Upacara di Pura Batur dilaksanakan selama 11 hari dan akan berakhir pada tanggal 12 April 2026. Pemerintah Kabupaten Klungkung hadir untuk memastikan kewajiban sebagai penganyar dapat tertunaikan dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia karya.
Nganyarin sebagai Momentum Memohon Tuntunan Batin
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan makna mendalam dari kehadiran jajaran pemerintah daerah. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi pemerintahan semata. Menurutnya, nganyarin merupakan kewajiban spiritual yang harus dijalankan dengan penuh ketulusan hati oleh seluruh jajaran.
“Nganyarin ini adalah momentum bagi kita semua di pemerintahan untuk memohon tuntunan batin dan kerahayuan jagat,” ujar Bupati Satria. Beliau berharap agar spirit pengabdian para aparatur di Kabupaten Klungkung selalu diberkati. Doa tersebut dipanjatkan kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur agar program pembangunan daerah berjalan lancar.
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual. Kehadiran pemimpin daerah dalam setiap karya agung diharapkan mampu memberikan teladan bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi dan budaya Bali. Seluruh rangkaian bhakti pengayar berjalan aman dan lancar dengan antusiasme pemedek yang tetap tertib.



















