JAKARTA, InsertBali – Seniman asal Cau Belayu, Tabanan, I Wayan Santrayana, kembali ambil bagian. Ambil bagian dalam pameran seni rupa di Jakarta.
Kali ini, ia menampilkan karya berjudul Ngelawang. Karya dalam The Power of Colours Art Exhibition yang berlangsung di Balai Budaya Jakarta, 25-31 Agustus 2026. Karya tersebut mengangkat tradisi Ngelawang yang lekat dengan kehidupan masyarakat Bali.
Tradisi berupa pementasan Barong berkeliling dari jalan hingga rumah ke rumah. Pementasan itu menjadi sumber gagasan Santrayana. Sumber dalam menerjemahkan pengalaman budaya Bali ke dalam karya seni rupa.
Menurut Santrayana, Ngelawang tidak sekadar merupakan pertunjukan tradisional. Tetapi memiliki makna sebagai sarana tolak bala. Sekaligus upaya mengembalikan perputaran energi alam menuju keseimbangan.
“Begitu beraneka ragam warna budaya dan tradisi harus disadari sebagai sebuah kekuatan yang harus dirawat dan dijaga dari rongrongan yang akan memecah belah keutuhan negara kita,” ujar Santrayana, Sabtu (29/8).
Tema The Power of Colours bagi Santrayana juga memiliki makna lebih luas. Warna tidak hanya dipandang sebagai unsur visual dalam seni. Tetapi menjadi simbol keberagaman budaya dan tradisi yang tumbuh di Indonesia.
Dalam pameran tersebut, Santrayana tampil bersama enam seniman Bali lainnya. Yakni I Gusti Nengah Nurata, I Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul. Serta I Made Sutarjaya, I Ketut Suwidiarta, dan I Wayan Gede Budayana.
Rekam Jejak Seniman Dan Pengabdian Pendidikan Seni Rupa
Santrayana telah puluhan tahun menekuni dunia seni rupa.
Lahir di Cau Belayu, Tabanan, pada 1965, ia menempuh pendidikan. Menempuh di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Denpasar. Serta melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta.
Sejak 1989, ia aktif mengikuti pameran tunggal maupun bersama. Kiprahnya tidak hanya di tingkat nasional. Tetapi juga menjangkau mancanegara, antara lain Australia, Jepang, Swiss, dan Brussel, Belgia.
Sejumlah pameran yang pernah diikutinya di Indonesia antara lain Pameran Seni Rupa Empat Kota di Bandung pada 1992. Serta pameran bersama di Museum Gunarsa pada 1992, serta pameran bersama di Museum Ratna Warta pada 1997.
Di luar aktivitas berkesenian, Santrayana juga pernah mengabdikan diri. Mengabdikan diri sebagai pengajar seni rupa di SMSR. SMSR yang kini menjadi SMKN 1 Sukawati.
Melalui karya Ngelawang, Santrayana kembali membawa pengalaman dan nilai budaya Bali. Nilai dibawa ke ruang seni nasional.
Keikutsertaannya bersama enam seniman Bali lainnya sekaligus menjadi representasi. Representasi beragamnya pendekatan dan karakter dalam perkembangan seni rupa Bali.



















