GIANYAR, InsertBali – Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, mengikuti pawai obor. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekaligus HUT ke-68 Provinsi Bali.
Pawai obor berlangsung meriah, namun tetap sarat dengan nuansa penghormatan. Penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta pelestarian kearifan lokal Bali. Ribuan siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK berjalan kaki membawa obor. Rute dari Taman Makam Pahlawan Tegallalang menuju Lapangan Umum Tegallalang.
Ziarah Tabur Bunga Dan Pengukuhan Paskibraka Tegallalang
Sebelum pawai dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan tabur bunga. Ziarah di Taman Makam Pahlawan Tegallalang. Prosesi tersebut dipimpin langsung Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani. Didampingi Kapolsek Tegallalang, Danramil Tegallalang, serta para kepala desa se-Kecamatan Tegallalang.
Ziarah diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peserta kemudian melakukan tabur bunga dengan mengelilingi Tugu Pahlawan Tegallalang.
Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani mengatakan, ziarah menjadi momentum untuk mengenang. Sekaligus menghargai jasa para pahlawan. Menurutnya, semangat perjuangan tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda. Dikenalkan melalui kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga memahami bahwa kemerdekaan ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, semangat perjuangan tersebut harus terus kita wariskan,” ujar Ni Wayan Ari Trisna Handayani.
Menurutnya, rangkaian kegiatan sengaja dikemas dengan melibatkan pelajar. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai kebersamaan. Serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Usai ziarah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Tegallalang. Para anggota Paskibraka dikukuhkan untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara dilaksanakan di Kecamatan Tegallalang.
Setelah dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih. Momen tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bagian penting dari persiapan para pelajar. Pelajar yang dipercaya menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.
Cahaya Obor Dan Tabuhan Gamelan Beleganjur Pelajar Tegallalang
Setelah seluruh rangkaian prosesi di Taman Makam Pahlawan selesai, ribuan peserta kemudian bergerak. Peserta berjalan kaki menuju Lapangan Umum Tegallalang. Dengan membawa obor, para siswa berjalan mengikuti iring-iringan pawai.
Cahaya obor yang menyala di sepanjang perjalanan membuat suasana malam di Tegallalang semakin semarak. Pawai tersebut bukan sekadar perayaan menyambut kemerdekaan. Penggunaan obor yang diperankan oleh anak-anak sekolah menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali kearifan lokal. Kearifan dalam setiap rangkaian kegiatan masyarakat.
Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran kelompok beleganjur yang dimainkan oleh para siswa. Tabuhan gamelan khas Bali tersebut mengiringi perjalanan peserta. Tabuhan berpadu dengan cahaya obor yang dibawa ribuan pelajar.
Perpaduan antara semangat nasionalisme dan budaya Bali itu menjadi daya tarik tersendiri. Daya tarik dalam rangkaian kegiatan. Para pelajar tidak hanya diajak memperingati kemerdekaan, tetapi juga terlibat langsung. Terlibat dalam menjaga tradisi dan kesenian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Camat Tegallalang mengatakan, pelibatan generasi muda dalam kegiatan berbasis budaya menjadi bagian penting. Bagian dalam menjaga keberlanjutan tradisi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Indonesia sekaligus bangga dengan budaya Bali. Anak-anak kita adalah generasi penerus, sehingga sejak dini perlu ditanamkan rasa cinta tanah air, kebersamaan, dan kepedulian terhadap budaya,” katanya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tahun ini juga menjadi bagian dari semangat memperingati HUT Provinsi Bali ke-68. Karena itu, pelaksanaan kegiatan dikemas dengan mengedepankan kearifan lokal. Langkah sehingga peringatan hari besar nasional dan daerah dapat berjalan beriringan.
“Kami kemas dengan kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Anak-anak sekolah menjadi bagian utama dalam pawai obor ini, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga dan meneruskan tradisi,” imbuhnya.
Rute Perjalanan Dan Makna Edukasi Pelestarian Budaya
Ribuan peserta berjalan kaki dari Taman Makam Pahlawan Tegallalang menuju Lapangan Umum Tegallalang.
Sepanjang perjalanan, barisan pelajar membawa obor dengan tertib. Sementara iringan beleganjur menambah semarak suasana.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara pelajar, masyarakat, dan unsur pemerintahan. Pemerintahan di Kecamatan Tegallalang.
Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam satu rangkaian kegiatan.
Pawai obor juga menjadi simbol perjalanan semangat perjuangan. Perjalanan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus.
Jika dahulu para pahlawan berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini generasi muda memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya.
Dengan menggabungkan ziarah pahlawan, pengukuhan Paskibraka, pawai obor, serta seni beleganjur, perayaan digelar. Peringatan HUT ke-81 RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali di Kecamatan Tegallalang dikemas tidak hanya sebagai seremoni. Melainkan juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda Tegallalang. Langkah sehingga nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup dan kearifan lokal Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


















