GIANYAR, InsertBali — Partai Golkar Kabupaten Gianyar mulai memanaskan mesin politik lebih awal dalam menyongsong Pemilu 2029. Langkah strategis tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Gianyar periode 2025–2030, sekaligus pengukuhan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Gianyar, yang digelar di Wantilan Pura Taman Pule, Desa Mas, Ubud, Jumat (26/12/2025).
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal dan memastikan struktur organisasi partai berjalan solid hingga ke tingkat paling bawah.
Dalam kepengurusan baru tersebut, I Wayan Gede Sudarta, S.H. resmi menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gianyar periode 2025–2030. Sudarta sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Gianyar yang digelar di Hotel Gianyar pada Oktober 2025.
Ia dilantik bersama Putu Cahaya Santiyuda, S.I.P. sebagai Sekretaris dan I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa, S.H. sebagai Bendahara.
Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh sejumlah wakil ketua di bidang strategis, antara lain I Made Bina, S.Pd. (Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan), Cokorda Gede Putra Teja Kusuma (Hubungan Organisasi Kemasyarakatan), I Gusti Ngurah Sena, S.H. (Pemenangan Pemilu Wilayah Utara), serta I Putu Agus Putra Satria Wijaya (Pemenangan Pemilu Wilayah Selatan).
Bidang lainnya diisi oleh I Made Pugri, S.H. (Hukum dan HAM), Komang Wirajaya (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Gusti Ayu Agung Karmiti (Kerohanian), Manick Siwa Paramitha (Pemberdayaan Perempuan), Putu Ayu Suparningsih (Tani dan Nelayan), Dewa Nyoman Parta (Hubungan Lembaga Politik), Ni Made Kasih (Media dan Penggalangan Opini), serta bidang strategis lainnya.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih (Demer), yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi VI. Hadir pula jajaran pengurus Golkar Provinsi Bali, tokoh senior partai, organisasi sayap, serta ratusan kader dari berbagai kecamatan di Gianyar.
Golkar Gianyarp Perkuat Organisasi
Ketua DPD II Golkar Gianyar, I Wayan Gede Sudarta, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari agenda besar partai untuk memperkuat organisasi secara menyeluruh. Konsolidasi struktur hingga tingkat banjar atau lingkungan menjadi prioritas utama.
“Golkar harus mulai bekerja dari sekarang. Struktur partai harus benar-benar hidup dan aktif sampai ke tingkat terbawah, bukan sekadar formalitas,” tegas Sudarta.
Ia menekankan bahwa penguatan struktur merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Sebanyak 44 kader resmi dilantik sebagai pengurus DPD II Partai Golkar Gianyar, disertai pengukuhan tujuh Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Gianyar. Kepengurusan kali ini juga diisi oleh wajah-wajah baru, sebagai bagian dari strategi regenerasi partai.
“Perpaduan tokoh senior dan generasi muda menjadi kekuatan Golkar Gianyar agar tetap relevan, adaptif, dan kompetitif,” ujar politisi senior asal Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud tersebut.
Sudarta juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan figur-figur potensial di setiap daerah pemilihan (dapil) untuk diorbitkan sebagai calon legislatif. Targetnya, suara Golkar di tingkat kabupaten dan provinsi dapat berjalan linier.
Pelantikan turut diwarnai nuansa sosial melalui keterlibatan Yayasan Cahaya Mutiara, yang menampilkan atraksi seni dalam rangkaian acara. Golkar Gianyar membuka peluang kerja sama sosial ke depan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih, menekankan pentingnya manajemen dan kinerja nyata pengurus dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Pengurus harus mampu ngayah dengan tulus dan memiliki rekam jejak kerja yang baik. Jika kita bekerja dengan benar, simpati masyarakat pasti akan tumbuh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Demer juga menyerahkan bantuan sosial berupa dua unit kursi roda, dana Rp10 juta untuk yayasan, serta Rp3 juta untuk anak-anak muda, sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.


















