MATARAM, InsertBali – Memasuki masa perpanjangan hari kedelapan pada Rabu (19/8), Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian. Pencarian terhadap empat orang korban yang belum ditemukan pasca-terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.
Pada hari perpanjangan ini, Kantor SAR Mataram membagi kekuatan operasional. Kekuatan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian dengan strategi matra darat, laut, dan udara.
Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, memberikan penjelasannya. Ia menjelaskan bahwa pembagian SRU pada hari kedelapan ini dirancang secara spesifik. Langkah untuk memaksimalkan penyisiran di titik-titik yang telah dipetakan.
“Pada hari kedelapan ini, kami membagi operasi ke dalam tiga SRU agar penyisiran lebih terfokus. SRU 1 melakukan penyisiran di pulau-pulau kecil sekitar wilayah Sekotong menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). SRU 2 melaksanakan pemantauan darat dan udara menggunakan drone thermal di wilayah Belongas, Buwun Mas, Orong Bukal, sekaligus menyisir garis pantai dari Kuta, Lombok Tengah ke arah barat. Sementara SRU 3 dikerahkan melalui udara menggunakan helikopter Finns SGi Air Bali dari Bali untuk menyisir perairan selatan Bali hingga Lombok dengan personel Kantor SAR Denpasar turut on board,” papar Hariyadi, Rabu (19/8).
Selain pengerahan alat utama (alut) tersebut di lapangan, Hariyadi memberikan penjelasan tambahan. Hariyadi menambahkan bahwa pihaknya tetap memperkuat langkah preventif dan persuasif. Langkah melalui koordinasi lintas sektoral.
“Kami juga terus mengoptimalkan penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas bekerja sama dengan VTS Lembar, serta menggandeng para nelayan dan warga pesisir untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tegas Hariyadi.
Dengan pengerahan taktik yang komprehensif di hari kedelapan ini, Tim SAR gabungan menyampaikan harapannya. Tim SAR gabungan berharap seluruh sisa korban dapat segera ditemukan.



















