Denpasar, insertbali.com – Lonjakan Kasus covid-19 di beberapa negara termasuk negara tetangga Singapura, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13070 Tahun 2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Lonjakan Kasus Covid-19 di Provinsi Bali kepada seluruh Dinas Kabupaten/Kota, KKP Kelas I Denpasar dan rumah sakit.
Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom menyampaikan hal tersebut juga menindaklanjuti surat dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Perihal Kewaspadaan Terhadap Lonjakan COVID 19 bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri. Yang menginstruksikan agar melakukan beberapa upaya kewaspadaan pada pintu masuk di wilayah termasuk kesiapan dan kewaspadaan di fasyankes dan laboratorium. “ Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar telah berperan di pintu masuk Bali. Melalui upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan menyediakan masker kepada para wisatawan. Dan melakukan upaya Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) penerapan protokol kesehatan, kata Anom di Denpasar, Rabu (13/2).
Tingkatkan Imunitas
Anom mengatakan juga bahwa Pemerintah Provinsi Bali mengupayakan agar tingkat imunitas masyarakat tetap tinggi. Dengan memastikan tersedianya pelayanan vaksinasi COVID-19 dan menyarankan agar masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19 sampai booster kedua.” Pemprov Bali juga menyebarluaskan informasi dan imbauan kepada masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan. Termasuk memakai masker di tempat umum dan alat angkut serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Baca Juga: Debat Perdana Capres, Bahas Bidang Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi dan Pelayanan Publik
Sementara itu saat ini stok vaksin Covid-19 menurut Anom di gudang Dinkes Prov Bali sebanyak 705 dosis. Dan pada Hari Selasa, 12 Desember 2023 Vaksin Covid-19 telah datang stok tambahan sebanyak 300 dosis. “ Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga telah mengajukan permohonan Vaksin Covid-19 kepada Pemerintah Pusat sebanyak 5000 dosis,” tegas Anom.
Tren Peningkatan Covid-19
Situasi COVID-19 di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan tren kasus sejak minggu ke-41 (8-14 Oktober 2023). Peningkatan tren kasus ini tidak identik dengan peningkatan rawat inap dan kematian. Situasi tersebut selaras dengan karakteristik subvarian EG.5 yang saat ini sedang mendominasi di Indonesia. Sedangkan situasi di Provinsi Bali pada Bulan Desember 2023 jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 terlaporkan sebanyak 60 kasus. Tersebar di 7 Kabupaten/kota yakni Kabupaten Jembrana (8 Kasus), Badung (24 kasus). Lalu Gianyar (6 kasus), Karangasem (9 kasus), Buleleng (1 kasus), Tabanan (1 kasus) dan Kota Denpasar (11 kasus) dengan kematian sebanyak 1 orang dari Kota Denpasar.
Baca Juga: Ketahui Jenis Vaksin Covid-19 Primer dan Booste
Berdasarkan data WHO per 22 November 2023, beberapa negara diantaranya Rusia, Italia, Singapura, Australia dan Polandia melaporkan adanya peningkatan kasus COVID-19. Selain itu, Pemerintah Singapura melaporkan adanya lonjakan kasus COVID-19 lebih dari dua kali lipat yang didominasi oleh subvarian EG.5. Sub varian EG.5 merupakan turunan dari varian Omicron dan masuk dalam kategori Variant of Interest (VOI). Secara global, sub varian ini telah mendominasi seluruh regional WHO dan regional yang melaporkan peningkatan sub varian ini meliputi Regional Amerika, Eropa dan Pasifik Barat. Karakteristik dari sub varian ini dapat menyebabkan peningkatan kasus, menghindari dari kekebalan sehingga lebih mudah menginfeksi namun tidak ada perubahan tingkat keparahan.