GIANYAR, InsertBali – Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar diduga menjadi penyebab longsornya tembok senderan Pura Candi Agung yang mengakibatkan tembok senderan Merajan Agung Dewa Timbul Gunung di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, mengalami kerusakan hingga roboh, Senin (2/11/2026).
Peristiwa musibah tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.30 WITA.
Saat itu, Ngakan Nyoman Ngurah (69), pemilik Merajan Agung, hendak melaksanakan pekerjaan di lokasi dan mendapati tembok senderan Pura Candi Agung telah longsor serta menimpa tembok senderan merajannya hingga amblas.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkannya kepada Kelian Dinas Banjar Lebih Beten Kelod. Informasi selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Lebih Aiptu I Made Sudiarta dan Babinsa Desa Lebih Serka I Wayan Suama.
Menerima informasi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta memastikan situasi di sekitar tempat kejadian aman dari potensi longsor susulan.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga memberikan dukungan moril kepada pemilik merajan agar tetap tabah menghadapi musibah. Serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan menyampaikan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas bersama Babinsa merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat. Terhadap masyarakat yang mengalami bencana alam.
“Dalam situasi seperti ini, kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Apabila menemukan kondisi bangunan atau tebing yang berpotensi longsor, segera lakukan langkah antisipasi. Dan laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Kompol I Made Adi Suryawan.
Jajaran Polsek Gianyar terus mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam. Seperti tanah longsor, pergeseran tanah, dan kerusakan bangunan akibat tingginya curah hujan.
Masyarakat juga diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan sekitar saat cuaca buruk melanda.



















