KARANGASEM, InsertBali — Seorang pendaki dilaporkan mengalami cedera serius saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kintamani, pada Minggu (25/1/2026). Korban berinisial PSKPT (42) yang mendaki bersama dua rekannya sejak pukul 05.00 Wita, terpeleset akibat jalur pendakian yang licin saat dalam perjalanan turun. Insiden tersebut mengakibatkan kaki kanan korban patah sehingga ia tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi permintaan bantuan dari pemandu lokal, Nengah Darwis, pada pukul 10.40 Wita. Berdasarkan laporan, posisi korban berada di sekitar area sebelum Pos 2 Pura Andong. Merespons laporan tersebut, delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem dikerahkan menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya.
Proses Pencarian dan Evakuasi Pendakian di Gunung Abang
Penyisiran dilakukan dalam beberapa tahap. SRU pertama yang terdiri dari dua pemandu lokal bergerak lebih awal ke posisi korban. Pada pukul 13.00 Wita, tim SAR gabungan dari Pos SAR Karangasem, Babinsa Desa Abang, dan Polsek Kintamani menyusul dengan kekuatan 12 personel, ditambah lima personel dari Ditsamapta Polda Bali yang tiba satu jam kemudian.
“Setelah dua jam lima belas menit pencarian, akhirnya korban dapat kami temukan pada ketinggian 1.971 Mdpl,” terang I Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Lapangan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.
Sekitar pukul 15.10 Wita, tim berhasil menjangkau korban yang dalam kondisi stabil namun menderita patah tulang pada kaki kanan. Tim medis segera memberikan pertolongan pertama dengan membidai bagian kaki yang patah guna meminimalisir pergerakan saat proses evakuasi menggunakan tandu.
Proses membawa korban turun dari jalur pendakian di Gunung Abang menghadapi kendala cuaca berupa hujan dan kabut tebal dengan jarak pandang hanya berkisar 8 hingga 10 meter. Evakuasi berlangsung hingga petang sebelum korban berhasil dibawa ke fasilitas medis.
“Korban dibawa ke Rumah Sakit BROSS Denpasar menggunakan ambulance Klinik Nawadara Karangasem,” tutup Putu Handika.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain:
Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem
Polsek Kintamani & Kasat Intel Polres Bangli
Babinsa Desa Abang & Bhabinkamtibmas Desa Abang Songan serta Suter
Perangkat Desa Belong Dauhan Desa Abang Songan
Klinik Nawadara Karangasem
Potensi SAR Pemandu Pokdarwis Abang Erawang Kintamani
Mapala Primakara
Pemandu lokal Gunung Abang, masyarakat setempat, rekan, serta pihak keluarga korban.



















