GIANYAR, InsertBali – Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengungkap identitas dari jenazah laki-laki yang ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran Sungai Ayung, Ubud, Gianyar.
Langkah pengumpulan petunjuk dan olah tempat kejadian perkara (TKP) digencarkan oleh Tim Opsnal Polsek Ubud bersama Opsnal Polres Gianyar. Penyelidikan lanjutan ini berjalan pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 14.00 Wita di area proyek pembangunan vila di kawasan Banjar Kedewatan. Operasi lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Panit I Reskrim Polsek Ubud, Aipda Dewa Gede Mega Putra.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, menjelaskan bahwa kepastian jati diri korban diperoleh setelah petugas meminta keterangan dari rentetan saksi. Para saksi tersebut merupakan sesama pekerja proyek vila yang menjadi rekan kerja korban.
Dari hasil pemeriksaan, korban teridentifikasi berinisial S (32). Ia diketahui merupakan seorang warga asal Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Proses identifikasi ini diperkuat lewat penelusuran informasi dari mandor proyek bangunan tersebut. Berdasarkan keterangan sang mandor, korban terlihat beraktivitas terakhir kali pada Kamis (18/6). Kala itu, S dilaporkan tiba di lokasi proyek sekitar pukul 09.30 Wita. Saat menjalankan pekerjaannya, korban Supandi tampak memakai baju kaos hitam serta celana pendek.
Sementara itu, kesaksian lain datang dari pegawai proyek lainnya berinisial BHA (54). Saksi mengaku sempat berpapasan dengan korban pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, korban terlihat tengah melangkah menuju area bedeng pekerja yang posisinya berada di bagian bawah proyek.
Akan tetapi, sewaktu jam kerja telah usai, korban tidak kunjung kembali ke bedeng. Korban juga dilaporkan tidak hadir saat waktu makan malam bersama sekitar pukul 19.00 Wita.
“Dari hasil penyelidikan, polisi juga menemukan informasi bahwa beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya Minggu (14/6), korban sempat mengajak saksi untuk memancing di Sungai Ayung yang berada di sebelah barat proyek,” ujar Kapolsek.
Penyelidikan Terus Berjalan Tanpa Adanya Riwayat Konflik
Walau didapatkan keterangan mengenai rencana memancing tersebut, pihak berwajib sejauh ini belum menarik kesimpulan terkait hubungannya dengan musibah yang menimpa korban. Berdasarkan data dari penuturan para saksi, korban baru bekerja selama kurang lebih satu pekan di proyek vila itu. Selama waktu tersebut, ia dikenal tidak pernah memiliki riwayat perselisihan ataupun terlibat konflik dengan sesama pekerja lainnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas di aliran Sungai Ayung. Lokasi penemuan tepatnya berada di wilayah Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, pada Jumat (19/6) sekitar pukul 10.00 Wita. Melalui penyelidikan intensif serta pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi, misteri identitas korban kini telah terang benderang.


















